Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Washington D.C, RakyatNTT.ID — Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan akan mengerahkan kapal induk USS Ford ke wilayah Eropa Timur dekat kawasan Timur Tengah, seiring meningkatnya ketegangan konflik Iran vs Israel.
Informasi ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS dan dua sumber lainnya kepada CNN. Jika pengerahan ini terwujud, USS Ford akan menjadi kapal induk ketiga milik AS yang beroperasi dalam jarak dekat dengan Iran, di tengah indikasi kuat bahwa Presiden Donald Trump membuka opsi bantuan militer untuk Israel.
Sebenarnya, penempatan USS Ford ke wilayah Komando Eropa telah dijadwalkan sejak akhir 2024. Namun, melihat eskalasi konflik yang semakin intensif, kapal induk ini kemungkinan akan digeser ke Laut Mediterania bagian timur, mendekati wilayah Israel.
Sementara itu, USS Carl Vinson — kapal induk AS lainnya — juga sedang menuju Timur Tengah, dan diperkirakan akan bergabung atau menggantikan posisi Ford tergantung dinamika situasi.
Kapal induk seperti USS Ford merupakan elemen utama kekuatan militer AS yang dapat mengangkut puluhan jet tempur, mendukung operasi ofensif maupun defensif seperti pencegatan rudal dan drone. Biasanya, kapal induk ini juga diiringi oleh kapal-kapal perang lain yang sanggup menangani ancaman dari udara, laut, maupun bawah laut.
Peningkatan aktivitas militer ini didorong oleh sikap Trump yang kini dikabarkan lebih agresif, mempertimbangkan pengerahan aset militer langsung untuk membantu Israel, alih-alih menempuh jalur diplomatik.
“Pengerahan USS Ford dan jet-jet tempur AS mencerminkan sinyal kuat dari Washington,” ujar sumber anonim kepada Reuters.
Pentagon juga telah menerima instruksi untuk mengirim tiga jenis jet tempur canggih: F-16 Fighting Falcon, F-22 Raptor, dan F-35 Lightning II, untuk mendukung pertahanan Israel dari serangan udara Iran.
Meski demikian, pihak Gedung Putih menyatakan Trump masih terbuka pada solusi diplomatik, meski realita di lapangan menunjukkan intensifikasi militer sebagai respons utama AS atas meningkatnya ancaman dari Teheran. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan