Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Larantuka, RakyatNTT.ID – Erupsi besar kembali terjadi di Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 17 Juni 2025 pukul 17.35 WITA, dengan kolom abu membumbung setinggi 10.000 meter dari puncak kawah.
Dampak dari letusan tersebut mengakibatkan 1.161 Kepala Keluarga (KK) atau 4.088 jiwa harus mengungsi, baik di pos-pos lapangan maupun secara mandiri, menurut data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Sebanyak 4.088 jiwa masih mengungsi, dan kami terus melakukan pemantauan, pembangunan hunian sementara, serta distribusi bantuan logistik,” jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Status Gunung Lewotobi Naik ke Level IV
BNPB telah menetapkan status Gunung Lewotobi pada Level IV (Awas) sejak 17 Juni 2025. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 7 hingga 8 km dari puncak kawah demi keselamatan.
Meski wilayah zona bahaya sudah dikosongkan, masih ada aktivitas ekonomi warga di area berbahaya, yang turut menyebabkan tambahan jumlah pengungsi.
“Banyak warga masih melakukan aktivitas ekonomi di dalam radius 7 KM, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar luas di media sosial,” jelas Abdul Muhari.
Dampak Erupsi: Akses Jalan Terganggu
Selain pengungsian, erupsi juga mengganggu akses transportasi utama antara Kabupaten Flores Timur dan Sikka, karena jalurnya melintasi area dalam radius bahaya. Laporan terbaru menyebutkan adanya hujan kerikil yang mempersulit pergerakan di jalan tersebut.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan