Ia juga menggarisbawahi kontribusi Gereja Katolik dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial di NTT, serta mengajak gereja untuk aktif dalam mendorong ekonomi umat melalui program seperti One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli NTT.

Dorongan Ekonomi Umat Berbasis Paroki

“Setiap paroki, stasi, bahkan KUB perlu memiliki produk unggulan. Jangan hanya jual bahan mentah. Olah kopi jadi bubuk, kemas baik, itu baru punya nilai tinggi,” jelas Gubernur.

Ia juga menyebut kolaborasi lintas agama dalam pengembangan ekonomi lokal sebagai faktor penting dalam mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Iklan

Apresiasi Umat dan Pimpinan Gereja

Pastor Paroki Rm. Vinsensius Cristianto Yanto Tena, Pr menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur, Uskup, dan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gereja.

“Gereja ini dibangun atas dukungan umat sebanyak 1.368 jiwa dan partisipasi saudara kami umat Muslim serta GKS. Ini bukti nyata persaudaraan lintas iman,” ucap Pastor Vinsen.

Uskup Edmundus Woga mengajak seluruh umat untuk menjaga kebersihan dan keindahan gereja sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab iman.

“Ini rumah Tuhan yang dibangun dengan cinta. Maka wajib kita jaga dan rawat,” tegasnya. (*/rnc)