Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menariknya, ia juga mengungkap keberhasilan efisiensi anggaran sebesar Rp26 miliar dari pemangkasan perjalanan dinas dan kegiatan non-prioritas—yang seluruhnya dikembalikan ke masyarakat.
“Semua uang yang kita hemat, kita kembalikan kepada masyarakat. Karena sejatinya itu adalah uang rakyat,” tegas Bupati.
Aspirasi Rakyat Diserap: Air Bersih, Seragam Sekolah, Listrik Gratis
Dalam sesi dialog terbuka, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain permintaan air bersih dan irigasi pertanian, bantuan hand traktor dan pompa air, penertiban ternak, percepatan pembangunan infrastruktur jalan, penyusunan Perda Miras, mekanisme bantuan alat tangkap nelayan, distribusi seragam sekolah, dan permintaan meteran listrik gratis.
Bupati pun merespons secara terbuka dan lugas. Ia berkomitmen untuk menyediakan sumur bor dan jaringan perpipaan, menindaklanjuti bantuan pertanian berdasar proposal masyarakat, mendorong penertiban ternak bersama desa dan Satpol PP, membangun dua ruas jalan di Sabu Tengah dan Liae via anggaran efisiensi, memfasilitasi Perda Miras bersama DPRD, mengalokasikan seragam untuk seluruh siswa baru, dan mengusahakan bantuan listrik gratis lewat ESDM, atau akan dibiayai APBD.
Pemerintah Hadir, Aspirasi Didengar
Langkah Bupati Krisman Riwu Kore dalam menyerap langsung aspirasi dan menyalurkan bantuan menunjukkan komitmen nyata terhadap pemerintahan yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan akar rumput.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan