<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AI Pendidikan Arsip - RakyatNTT.ID</title>
	<atom:link href="https://www.rakyatntt.id/tag/ai-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.rakyatntt.id/tag/ai-pendidikan/</link>
	<description>#SaatnyaRakyatTahu</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 09:16:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.rakyatntt.id/wp-content/uploads/2026/03/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>AI Pendidikan Arsip - RakyatNTT.ID</title>
	<link>https://www.rakyatntt.id/tag/ai-pendidikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence (AI)  dalam Dunia Pendidikan: Ancaman atau Peluang</title>
		<link>https://www.rakyatntt.id/2026/05/kecerdasan-buatan-artificial-intelligence-ai-dalam-dunia-pendidikan-ancaman-atau-peluang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Semy R. Balukh]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 09:16:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[AI Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[deep learning]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mindfulness belajar]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar era digital]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran mendalam]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[peran guru]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.rakyatntt.id/?p=16771</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menyoal Keniscayaan Artificial Intelligence (AI) bagi Pendidik dan Pelajar Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan suatu bidang dalam ilmu computer yang berfokus pada pengembangan sitem dan mesin yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang umumnya memerlukan kecerdasan manusia. AI memanfaatkan algoritma serta model matematika untuk memberikan kemampuan kepada computer dan system lainnya dalam belajar dari data, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.rakyatntt.id/2026/05/kecerdasan-buatan-artificial-intelligence-ai-dalam-dunia-pendidikan-ancaman-atau-peluang/">Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence (AI)  dalam Dunia Pendidikan: Ancaman atau Peluang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.rakyatntt.id">RakyatNTT.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Menyoal Keniscayaan Artificial Intelligence (AI) bagi Pendidik dan Pelajar</h2>
<p>Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan suatu bidang dalam ilmu computer yang berfokus pada pengembangan sitem dan mesin yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang umumnya memerlukan kecerdasan manusia.</p>
<p>AI memanfaatkan algoritma serta model matematika untuk memberikan kemampuan kepada computer dan system lainnya dalam belajar dari data, mengenali pola, dan mengambil Keputusan yang bijaksana. (Eriana et al., n.d.) Sejarah Artificial Intelligence (AI) menurut (Goel and Davies, 2019) mencerminkan perkembangan konsep dan teknologi yang memungkinkan mesin untuk meniru kecerdasan manusia. Proses ini dimulai pada awal abad ke-20 , Ketika ilmuwan seperti Alan Turing mengenai tes untuk menilai kecerdasan mesin.</p>
<p>Era modern AI secara resmi dimulai pada tahun 1956 dengan diadakannya Konferensi Darthmout yang diprakarsai oleh McCharthy dan koleganya, yang menjadi landasan bagi penelitian AI. Pada tahun 1950-an hingga1960-an, focus penelitian tertuju pada system berbasis aturan seperti Logic Theorist dan General Problem Solver.</p>
<p>Selanjutnya, pada tahun 1970-an menyaksikan munculnya system pakar yang mengkodifikasi pengetahuan manusia, diikuti oleh perkembangan teknik penalaran berbasis pengetahuan pada tahun 1980-an. Namun, minat terhadap AI mengalami penurunan, pada akhir 1980-an dalam periode yang dikenal sebagai “musim dingin AI” .</p>
<p>Artikel <a href="https://www.rakyatntt.id/2026/05/kecerdasan-buatan-artificial-intelligence-ai-dalam-dunia-pendidikan-ancaman-atau-peluang/">Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence (AI)  dalam Dunia Pendidikan: Ancaman atau Peluang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.rakyatntt.id">RakyatNTT.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<enclosure url="https://www.rakyatntt.id/wp-content/uploads/2026/05/opini-ai-scaled.webp" length="10092" type="image/webp" />	</item>
		<item>
		<title>Rektor Undana: AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru Besar dalam Membentuk Karakter</title>
		<link>https://www.rakyatntt.id/2026/04/rektor-undana-ai-tak-bisa-gantikan-peran-guru-besar-dalam-membentuk-karakter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Semy R. Balukh]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 22:19:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akademika]]></category>
		<category><![CDATA[AI Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[akademik NTT]]></category>
		<category><![CDATA[guru besar Undana]]></category>
		<category><![CDATA[Jefri Bale]]></category>
		<category><![CDATA[Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi NTT]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuhan profesor]]></category>
		<category><![CDATA[Undana]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.rakyatntt.id/?p=15517</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Grha Cendana, Kupang, Rabu (8/4/2026). Dengan pengukuhan ini, jumlah guru besar di Undana kini mencapai 79 orang. Rektor Undana menyebut capaian tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat “Benteng Akademik” kampus di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.rakyatntt.id/2026/04/rektor-undana-ai-tak-bisa-gantikan-peran-guru-besar-dalam-membentuk-karakter/">Rektor Undana: AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru Besar dalam Membentuk Karakter</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.rakyatntt.id">RakyatNTT.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang, <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://www.rakyatntt.id/">RakyatNTT.ID</a></span> –</strong> <a href="https://undana.ac.id/">Universitas Nusa Cendana (Undana)</a> kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Grha Cendana, Kupang, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Dengan pengukuhan ini, jumlah guru besar di Undana kini mencapai 79 orang. Rektor Undana menyebut capaian tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat “Benteng Akademik” kampus di tengah tantangan global.</p>
<p>Tiga profesor yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Linda W. Fanggidae, S.T., M.T. sebagai Guru Besar Bidang Arsitektur dan Perilaku, Prof. Dr. Drs. Wiliam Djani, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Reformasi Kebijakan Pembangunan Kesehatan, serta Prof. Zakaria Seba Ngara, Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Fisika Material.</p>
<h2>Peran Guru Besar di Era AI</h2>
<p>Dalam sambutannya, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyoroti perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin memengaruhi dunia pendidikan.</p>
<p>Ia mengakui bahwa banyak mahasiswa saat ini cenderung mengandalkan AI sebagai sumber informasi dibandingkan berdiskusi langsung dengan dosen.</p>
<p>“AI mungkin unggul dalam mengolah data, tetapi guru besar memiliki sesuatu yang tidak dimiliki teknologi, yakni hati nurani, emosi, dan kepekaan lokal,” ujar Prof. Jefri.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.rakyatntt.id/2026/04/rektor-undana-ai-tak-bisa-gantikan-peran-guru-besar-dalam-membentuk-karakter/">Rektor Undana: AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru Besar dalam Membentuk Karakter</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.rakyatntt.id">RakyatNTT.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<enclosure url="https://www.rakyatntt.id/wp-content/uploads/2026/04/gubes-Undana.jpg" length="69369" type="image/jpeg" />	</item>
		<item>
		<title>Undana Perkuat Kurikulum OBE untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing Global</title>
		<link>https://www.rakyatntt.id/2026/01/undana-perkuat-kurikulum-obe-untuk-cetak-lulusan-berdaya-saing-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Semy R. Balukh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 12:59:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akademika]]></category>
		<category><![CDATA[AI Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum OBE]]></category>
		<category><![CDATA[Lulusan Berdaya Saing Global]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Outcome Based Education]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sevima]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Undana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.rakyatntt.id/?p=11051</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus bertransformasi dalam memperkuat sistem pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang digelar pada Rabu (28/1/2026) di Aula Rektorat Undana. Bekerja sama dengan Sevima sebagai mitra teknologi, kegiatan ini bertujuan menyelaraskan model pembelajaran dengan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.rakyatntt.id/2026/01/undana-perkuat-kurikulum-obe-untuk-cetak-lulusan-berdaya-saing-global/">Undana Perkuat Kurikulum OBE untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.rakyatntt.id">RakyatNTT.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang, <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://www.rakyatntt.id/">RakyatNTT.ID</a></span> –</strong> Universitas Nusa Cendana (Undana) terus bertransformasi dalam memperkuat sistem pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berdaya saing global.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang digelar pada Rabu (28/1/2026) di Aula Rektorat Undana.</p>
<p>Bekerja sama dengan Sevima sebagai mitra teknologi, kegiatan ini bertujuan menyelaraskan model pembelajaran dengan kebutuhan riil dunia kerja sekaligus memenuhi standar akreditasi nasional dan internasional.</p>
<p>Penerapan kurikulum OBE memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki capaian pembelajaran terukur dan kompetensi yang relevan dengan tuntutan industri.</p>
<h2>Adaptasi Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan</h2>
<p>Hadir sebagai narasumber utama, Bagus Jati Santoso, Ph.D., Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS sekaligus tim pengembang kurikulum Belmawa, menekankan pentingnya adaptasi perguruan tinggi di era digital dan kecerdasan buatan (AI).</p>
<p>Menurutnya, universitas perlu melakukan relaksasi kurikulum agar tetap responsif terhadap perubahan zaman.</p>
<p>&#8220;Pemanfaatan teknologi digital adalah faktor kunci agar universitas mampu mencetak lulusan yang kompetitif hingga sepuluh tahun ke depan. Kurikulum OBE terintegrasi secara digital menggeser orientasi pendidikan dari sekadar nilai akademik menuju pencapaian kompetensi nyata,&#8221; ujar Bagus.</p>
<h2>Transformasi Digital melalui Platform Sevima</h2>
<p>Dalam bimtek tersebut, para peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas Undana serta perwakilan universitas mitra, seperti Universitas Timor (Unimor) dan Universitas Flores (Uniflor), mengikuti simulasi langsung penggunaan platform Sevima.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.rakyatntt.id/2026/01/undana-perkuat-kurikulum-obe-untuk-cetak-lulusan-berdaya-saing-global/">Undana Perkuat Kurikulum OBE untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.rakyatntt.id">RakyatNTT.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<enclosure url="https://www.rakyatntt.id/wp-content/uploads/2026/01/kurikulum-OBE-Undana.jpg" length="58668" type="image/jpeg" />	</item>
	</channel>
</rss>
