Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah tegas dalam mendorong perubahan wajah pendidikan. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena resmi meluncurkan Gerakan Jam Belajar, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada angka rapor semata.
“Anak-anak didik kita harus memiliki kemampuan akademik, karakter kuat, dan jiwa kewirausahaan. Tanpa itu, kita hanya mencetak lulusan, bukan generasi masa depan,” tegas Gubernur Melki saat memimpin upacara di Alun-alun I.H. Doko, Kupang.
Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang dibacakannya, Hardiknas disebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkarakter. Namun, bagi NTT, pesan itu bukan sekadar seremoni.
Melki menilai tantangan pembangunan sumber daya manusia di NTT membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar wacana.
“Pendidikan harus melahirkan keberanian menciptakan peluang, bukan hanya menunggu pekerjaan,” ujarnya.
Gerakan Jam Belajar: Sekolah Tak Berhenti di Rumah
Peluncuran Gerakan Jam Belajar menjadi sorotan utama. Kebijakan ini menegaskan bahwa proses pendidikan tidak selesai di sekolah, tetapi harus berlanjut di rumah dengan keterlibatan penuh orang tua.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

