Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melahirkan tenaga medis profesional.
Sebanyak 20 dokter baru resmi dilantik melalui Upacara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Periode ke-50 yang berlangsung di Aula Drs. Urias Bait, Rektorat Undana, Kamis (5/11/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Undana dalam memperkuat kontribusi dunia pendidikan kedokteran terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam prosesi tersebut, Wakil Rektor II Undana, Prof. Dr. Paul Gabriel Tamelan, M.Si., yang hadir mewakili Rektor, mengingatkan para dokter baru agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik dan keterampilan medis, tetapi juga mengedepankan empati dalam melayani pasien.
Menurutnya, profesi dokter menuntut kemampuan memahami kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk memberikan perhatian dan dukungan emosional selama proses pengobatan.
“Jadilah dokter yang berempati, pasien tidak hanya membutuhkan obat tetapi juga mendengarkan, melihat senyuman Anda dan rasa empati Anda,” ujar Prof. Paul.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga oleh kepedulian dan pendekatan kemanusiaan seorang dokter.
Nilai Ujian Kompetensi Dokter Undana Tembus 94,67
Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., dalam kesempatan itu menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan kedokteran dari proses pembelajaran hingga tahap kelulusan.
Ia berharap para dokter yang dihasilkan Undana benar-benar memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Salah satu capaian membanggakan pada periode pelantikan ke-50 ini terlihat dari hasil ujian kompetensi para lulusan.
Nilai tertinggi Computer Based Test (CBT) mencapai 94,67, jauh di atas ambang batas kelulusan 60. Sementara itu, nilai tertinggi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) mencapai 88,39, melampaui standar kelulusan 65,25.
Capaian tersebut menunjukkan hasil dari proses pendidikan dan pembinaan kompetensi yang dijalani para calon dokter selama masa studi.
Prestasi individu juga ditorehkan dr. Fearen Finery Ludji, S.Ked. Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68 sekaligus mencatatkan skor tertinggi ujian kompetensi nasional secara keseluruhan.
Fearen: Enam Tahun Perjuangan, Belajar Melayani dengan Hati
Mewakili 20 dokter yang dilantik, dr. Fearen Finery Ludji menyampaikan pidato reflektif tentang perjalanan panjang yang harus dilalui untuk mencapai gelar dokter.
Ia mengungkapkan bahwa proses pendidikan selama kurang lebih enam tahun bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai tantangan, kegagalan, dan pengalaman selama menjalani pendidikan klinis menjadi bagian penting dalam membentuk karakter serta profesionalisme seorang dokter.
“Perjalanan kami selama kurang lebih enam tahun bukanlah perjalanan yang mudah, seringkali kami gagal, namun dari masa koas kami belajar bahwa yang terpenting adalah melayani dengan hati,” ungkapnya.
Pesan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa pendidikan kedokteran bukan hanya tentang mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun ketangguhan, tanggung jawab, dan kepekaan terhadap kebutuhan pasien.
Total Lulusan Dokter Undana Capai 748 Orang
Keberhasilan pelantikan 20 dokter baru ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari dosen pendidik klinis, fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit jejaring, hingga jajaran puskesmas yang menjadi tempat para mahasiswa menjalani pendidikan dan praktik klinis.
Dengan bertambahnya 20 dokter pada periode ke-50, total akumulasi dokter lulusan FKKH Undana sejak fakultas tersebut berdiri kini mencapai 748 orang.
Para alumni tersebut telah tersebar di berbagai wilayah, mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok daerah, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sidang senat terbuka pengambilan sumpah dan pelantikan dokter ini turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT, rohaniawan, pimpinan rumah sakit jejaring, serta para orang tua dokter yang dilantik.
Prosesi ditutup dengan doa lintas agama dan penyerahan atribut alumni.
Selain kompetensi medis, para dokter baru juga diingatkan agar siap menghadapi tantangan penempatan tugas serta senantiasa mematuhi etika profesi kedokteran.
Termasuk di dalamnya menjaga sikap dan perilaku di ruang publik maupun media sosial demi mempertahankan kehormatan profesi serta nama baik almamater.
Pelantikan ini menegaskan komitmen Undana untuk terus menghasilkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian bagi masyarakat. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan