Dugaan tersebut menguat setelah ditemukan sejumlah toko bangunan yang berada dalam satu manajemen perusahaan dengan lini usaha lain, termasuk jasa konstruksi dan pengecoran.

Meski demikian, dugaan penimbunan maupun keterkaitannya dengan kelangkaan semen masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan pemerintah dan penelusuran rantai distribusi.

Masyarakat Menunggu Kepastian Pasokan dan Harga

Kelangkaan semen di Kota Kupang kini bukan sekadar persoalan perdagangan, melainkan telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Kenaikan harga, pembatasan pembelian, hingga persyaratan tambahan dari toko bangunan membuat konsumen semakin sulit memperoleh bahan bangunan tersebut.

Pemerintah dituntut tidak hanya melakukan operasi pasar, tetapi juga membuka secara transparan hasil pemeriksaan terhadap distributor dan toko bangunan.

Kepastian mengenai jumlah stok, jalur distribusi, volume pasokan untuk proyek pemerintah, serta kemungkinan praktik penahanan barang menjadi hal penting untuk menjawab keresahan masyarakat.

Jika persoalan ini tidak segera diatasi, kelangkaan semen berpotensi terus menekan biaya pembangunan rumah rakyat dan menghambat aktivitas konstruksi di NTT. (rnc04)