Wali Kota juga mengajak masyarakat Bakunase untuk terus membangun optimisme dan menjaga kekompakan. Dengan demikian, Bakunase tidak hanya dikenal karena sejarah dan kekayaan budayanya, tetapi juga karena persatuan serta kreativitas masyarakatnya.

Secara khusus, Wali Kota berpesan kepada generasi muda agar mengambil peran dalam melestarikan budaya daerah.

“Untuk kaum muda Bakunase, jadilah pelaku, penggerak sekaligus penerus budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur di dalamnya,” pesannya.

Libatkan 30 UMKM dan Beragam Lomba

Ketua Panitia Penyelenggara, Nancy Boelan Augusteyn, dalam laporan kepanitiaan menjelaskan, Festival BE BAJA berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan kelompok usia.

Ia mengakui, persiapan kegiatan tersebut menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran pemerintah. Namun, berkat dukungan dan sumbangan sukarela warga Bakunase, festival akhirnya dapat terlaksana.

“Terima kasih untuk warga Bakunase, karena di tengah keadaan ekonomi yang sulit, mereka masih mau memberi,” ungkap Nancy.

Selama festival berlangsung, panitia menggelar sejumlah perlombaan, di antaranya fashion show untuk anak PAUD, TK, dan siswa SD kelas 1-3, lomba menyanyi solo kategori dewasa, line dance untuk umum, lomba pancing keluarga, serta lomba bertutur cerita rakyat bagi siswa SD kelas 4-6.