Ia berharap seluruh kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memamerkan hasil penelitian, memperkenalkan inovasi, sekaligus mempromosikan produk unggulan daerah.

Menurutnya, Pontuak Festival sejalan dengan arah pembangunan Provinsi NTT menuju daerah yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Semangat tersebut juga selaras dengan dasar cinta ke-10 Melky Joni, yakni Ayo Bangun NTT, Kolaborasi Bersama.

Melki menegaskan, pembangunan NTT membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Pembangunan NTT tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kota, maupun pemerintah provinsi. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung ekosistem di mana kreativitas anak muda dan produk UMKM lokal mendapatkan panggung, pendampingan, serta pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, akademisi, mahasiswa, alumni, praktisi profesional, pelaku UMKM, serta dunia usaha merupakan fondasi penting untuk membangun ekonomi NTT yang mandiri, berdaya saing, dan berbasis kerakyatan.

Melki juga menekankan pentingnya memberikan ruang lebih luas kepada UMKM agar mampu berkembang, mandiri, dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

Undana Bidik World Class University, Tetap Berakar pada Identitas Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyambut baik cita-cita Undana untuk mempercepat langkah menuju world class university atau universitas berkelas dunia.