Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi harapan bagi masyarakat yang masih berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah gempa.
Ia menjelaskan, kebutuhan pangan dan gizi warga tetap harus diperhatikan, terutama dalam situasi darurat ketika sebagian masyarakat belum dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Karena memang secara kesehatan pasti membutuhkan gizi, dan untuk sementara warga-warga masih tidur di luar rumah pada malam hari. Terima kasih,” ujarnya.
Bantuan selimut dan alas tidur juga diharapkan dapat membantu warga yang belum bisa beristirahat dengan nyaman di dalam rumah akibat kekhawatiran terhadap gempa susulan.
Gempa bumi sebelumnya mengguncang wilayah Sumba Barat Daya pada Minggu (4/10/2026).
Pada informasi awal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,1 dengan kedalaman 10 kilometer.
Setelah pemutakhiran parameter, magnitudo gempa diperbarui menjadi M5,9 dengan kedalaman 30 kilometer. Episenter berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya per Selasa (6/10/2026) pukul 00.00 Wita, sebanyak 360 rumah warga dan 34 fasilitas umum terdampak gempa.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan