Waibakul, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna untuk membantu peternak ayam mengatasi tingginya biaya pakan.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Undana mengolah keong emas (Pomacea canaliculata) menjadi sumber protein alternatif dalam pakan ternak ayam.

Program bertajuk “Penerapan Teknologi Pemanfaatan Keong Emas Sebagai Sumber Protein Alternatif Dalam Pakan Ternak Ayam” tersebut dilaksanakan di Desa Umbu Pabal Selatan, Kecamatan Umbu Ratunggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini menyasar peternak ayam skala rumah tangga dengan tujuan mendorong kemandirian dalam penyediaan pakan berbasis bahan lokal.

Tim akademisi Undana diketuai Ir. Upik S. Rosnah, MP., IPM, dengan anggota Prihutomo Soeharto, S.Pt., M.Sc., Nitty Cendrabgusti Mafefa, S.Pt., M.Pt., dan Rahmat Gusri, S.Pt., M.Pt.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dengan membawa hasil pengetahuan dan teknologi peternakan lebih dekat kepada kebutuhan masyarakat.

Keong Emas yang Dianggap Hama Diubah Jadi Sumber Protein

Selama ini keong emas di sekitar persawahan dan saluran air lebih banyak dipandang sebagai organisme pengganggu tanaman. Namun, melalui inovasi Undana, keberadaannya diarahkan menjadi sumber bahan baku pakan yang memiliki nilai guna bagi peternak.

Pemanfaatan keong emas diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan komersial yang harganya relatif tinggi.

Tim PKM Undana memberikan sosialisasi mengenai kandungan nutrisi keong emas, kebutuhan gizi ayam, efisiensi biaya pakan, serta tata cara pengolahan bahan lokal tersebut agar aman dan higienis untuk digunakan sebagai bahan pakan.

Bagi peternak rumah tangga, inovasi ini menawarkan dua manfaat sekaligus. Keong emas yang sebelumnya menjadi masalah di lingkungan persawahan dapat dimanfaatkan, sementara biaya penyediaan pakan ayam berpeluang ditekan.

Peternak Praktik Langsung Membuat Tepung Keong Emas

Tidak berhenti pada sosialisasi, tim Undana mengajak peternak mengikuti praktik langsung pengolahan keong emas menjadi tepung sebagai bahan baku pakan.

Peternak dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari pengumpulan dan sortasi keong emas, pencucian, perebusan atau pengukusan, pemisahan daging dari cangkang, pengeringan, hingga penepungan.

Tepung daging keong emas selanjutnya dicampurkan dengan bahan pakan lainnya berdasarkan formulasi nutrisi yang disiapkan oleh tim akademisi Undana.

Melalui praktik tersebut, peternak tidak hanya mengetahui manfaat keong emas sebagai sumber protein, tetapi juga memperoleh keterampilan untuk memproduksi bahan pakan secara mandiri.

Tim PKM kemudian mendampingi masyarakat dalam mengaplikasikan pakan hasil formulasi kepada ayam ternak warga.

Tahap evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Peternak Antusias Ikuti Teknologi Pakan Lokal

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Umbu Pabal Selatan. Peternak mengikuti kegiatan dengan antusias, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pengolahan keong emas dan pencampuran bahan pakan.

Ketua Tim PKM Undana, Upik Rosnah, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa teknologi pemanfaatan keong emas memiliki relevansi dengan kebutuhan peternak setempat.

“Respons masyarakat yang sangat antusias menunjukkan bahwa pemanfaatan keong emas sebagai sumber protein alternatif merupakan teknologi yang menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat dalam mengolah potensi lokal secara lebih produktif,” jelas Upik.

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya lokal menjadi salah satu pendekatan penting untuk membangun sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dorong Peternak Kurangi Ketergantungan Pakan Pabrikan

Melalui pendampingan tersebut, Undana mendorong masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada pakan pabrikan.

Ketersediaan keong emas yang relatif mudah ditemukan di sekitar lingkungan desa menjadi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi bahan pakan alternatif.

Jika teknologi pengolahan tersebut dapat diterapkan secara konsisten, peternak diharapkan memiliki kemampuan memproduksi sebagian kebutuhan pakan secara mandiri.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang penghematan biaya produksi sehingga usaha peternakan ayam skala rumah tangga dapat menjadi lebih efisien.

#UndanaBerdampak, Riset Kampus Menjadi Solusi Masyarakat

Program di Sumba Tengah ini memperlihatkan bagaimana riset dan pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi teknologi sederhana yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Keong emas yang sebelumnya identik dengan hama tanaman kini diarahkan menjadi sumber protein alternatif yang dapat mendukung usaha peternakan ayam masyarakat.

Bagi Undana, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan sosialisasi dan praktik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menerapkan teknologi secara mandiri setelah pendampingan berakhir.

Melalui semangat #UndanaBerdampak, Undana terus mendorong pemanfaatan potensi lokal berbasis riset untuk menjawab persoalan nyata masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Inovasi pemanfaatan keong emas ini diharapkan dapat menjadi salah satu model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di daerah lain, sekaligus memperkuat kemandirian pakan, efisiensi usaha peternakan, dan kesejahteraan peternak rakyat di NTT. (*/rnc)