Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat langkah menuju internasionalisasi pendidikan melalui audiensi bersama delegasi New Zealand Scholarships di Ruang Tamu Rektor Undana, Kupang, Senin (19/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program beasiswa sekaligus membahas peluang pengembangan kerja sama akademik antara Undana dan perguruan tinggi di Selandia Baru.

Delegasi New Zealand Scholarships terdiri dari Scholarship Specialist Ms. Ceri Bryant dan National Evaluation Specialist Mr. Indra Gunawan. Sementara dari pihak Undana, delegasi diterima Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., didampingi Subkoordinator Kerja Sama Happy Y. Haning, S.Si.

Dalam audiensi tersebut, Undana menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penguatan mutu studi lanjut jenjang magister (S2) dan doktor (S3), khususnya bagi dosen dan alumni.

Selain itu, kedua pihak menjajaki pengembangan skema double degree dan fast-track, serta membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi mahasiswa Undana dalam memenuhi persyaratan akademik internasional.

Undana Dorong Penguatan Keilmuan Prioritas

Prof. Annytha Detha memaparkan sejumlah bidang keilmuan yang menjadi prioritas Undana untuk dikembangkan melalui kerja sama internasional.

Bidang tersebut meliputi pertanian, peternakan, ilmu lingkungan hingga pengembangan energi terbarukan, khususnya potensi geothermal di Pulau Flores.

Menurutnya, penguatan bidang-bidang tersebut penting untuk mendukung kebutuhan pembangunan Nusa Tenggara Timur sekaligus meningkatkan kapasitas riset dan sumber daya manusia Undana.

Undana juga berkomitmen mendorong percepatan studi mahasiswa melalui berbagai skema akademik yang memiliki standar dan jejaring internasional.

Dalam kesempatan itu, Prof. Annytha menyinggung rekam jejak alumni yang pernah menempuh pendidikan di Selandia Baru dan kemudian memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian di Undana, termasuk dalam bidang komunikasi publik untuk membantu meredakan konflik budaya lokal.

“Saat ini kami sedang mendorong dan mencari mitra-mitra yang bisa bekerja sama untuk program akademik strategis, termasuk skema double degree dan fast-track,” ujar Prof. Annytha.

Aspirasi Undana akan Diteruskan ke Selandia Baru

National Evaluation Specialist New Zealand Scholarships, Mr. Indra Gunawan, mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan pihak Undana.

Menurutnya, kebutuhan dan aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan kebijakan program beasiswa internasional.

Masukan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada New Zealand Embassy dan Education New Zealand untuk ditindaklanjuti melalui skema University Connect dengan perguruan tinggi yang relevan di Selandia Baru.

“Masukan dan kebutuhan dari Undana sudah kami catat secara mendalam sebagai bahan evaluasi. Seluruh poin ini akan disampaikan ke New Zealand Embassy dan Education New Zealand agar dapat dihubungkan secara spesifik (University Connect) dengan universitas relevan di New Zealand,” kata Indra Gunawan.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses beasiswa, tetapi juga memperluas peluang kolaborasi riset, mobilitas akademik, pengembangan kurikulum serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa Undana.

Bahasa Inggris jadi Tantangan Mahasiswa

Selain membahas peluang studi dan riset, audiensi juga mengidentifikasi salah satu kendala yang masih dihadapi mahasiswa Undana dalam mengakses beasiswa internasional, yakni kemampuan bahasa Inggris.

Persyaratan skor IELTS maupun TOEFL menjadi salah satu tantangan bagi mahasiswa ketika mengikuti proses seleksi beasiswa luar negeri.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Undana telah menjalankan program kursus bahasa Inggris intensif di lingkungan kampus. Pendampingan kepada mahasiswa juga terus diperkuat agar mereka lebih siap menghadapi persyaratan akademik internasional.

Undana dan New Zealand Scholarships selanjutnya sepakat memperluas sosialisasi program beasiswa tersebut di lingkungan kampus.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peluang studi di Selandia Baru sekaligus mendorong lebih banyak mahasiswa dan dosen Undana untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa internasional.

Online Conference dan Guest Lecture jadi Langkah Awal

Sebagai tindak lanjut awal, Undana dan New Zealand Scholarships juga merencanakan kolaborasi akademik melalui online conference dan guest lecture yang melibatkan akademisi dari Selandia Baru.

Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas antara akademisi Undana dan perguruan tinggi mitra di Selandia Baru.

Kerja sama internasional ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Undana memperkuat kinerja institusi di bidang internasionalisasi pendidikan tinggi.

Melalui pertukaran pengetahuan, penguatan riset, transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Undana optimistis dapat melahirkan lulusan yang memiliki daya saing global sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)