Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Pancasila ini kan adalah nilai dasar, fundamental, dan juga panduan hidup kita yang harus kita gunakan di berbagai bidang kehidupan. Tentu melalui Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026 ini, harus kita maknai juga sebagai suatu tantangan terhadap kondisi saat ini buat kita di Indonesia, khususnya di NTT,” tegas Gubernur Melki.
Ia mengatakan, momentum Hari Kesaktian Pancasila juga harus menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban gempa di Flores, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta masyarakat NTT yang masih menghadapi kesulitan hidup.
“Dimana dalam momentum kali ini kita diharapkan untuk selalu berbagi rasa, peduli kepada sesama yang benar-benar membutuhkan, terutama para korban gempa di Flores, para korban TPPO, para korban-korban juga yang masih kesulitan hidup di NTT, itu yang menjadi atensi dari kami, saya dan Pak Wagub, dan semua jajaran untuk nanti, kita bisa mengurus dengan baik,” ujarnya.
Gubernur Melki juga menyebut berbagai program yang terangkum dalam Dasa Cita Melki-Johni sebagai bagian dari upaya menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kebijakan pembangunan daerah.
“Kalau kita melihat semua program Melki-Johni melalui Dasa Cita, semuanya merupakan bagian dari keseluruhan sila Pancasila, mulai dari sila pertama sampai sila kelima. Semua itu harus kita lihat sebagai satu kesatuan dalam membangun Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan