Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Hilarius mengingatkan agar dokumen tersebut tidak berhenti sebagai persyaratan administrasi, tetapi benar-benar menjadi pedoman kerja yang diterapkan di lapangan.
“Melalui kegiatan kita hari ini dipastikan bahwa dokumen yang kita hasilkan bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi sebuah panduan kerja nyata yang aplikatif, responsif, dan berkelanjutan di tingkat kecamatan sekaligus memberi arah demi mewujudkan masyarakat yang tangguh, aman, dan sejahtera dalam menghadapi berbagai ancaman bencana,” ujarnya.
Ia juga menyebut gempa Flores pada 15 Agustus 2026 mengakibatkan 14.061 rumah rusak di Manggarai Barat, termasuk 488 rumah rusak berat. Pengalaman tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat kesiapsiagaan hingga ke tingkat kecamatan.
Kesiapsiagaan Bencana Penting bagi Keselamatan Wisatawan Labuan Bajo
Selain melindungi masyarakat, kesiapsiagaan bencana di Manggarai Barat juga berkaitan dengan keselamatan wisatawan dan keberlangsungan kegiatan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata Labuan Bajo.
Hilarius menilai kesiapan menghadapi bencana perlu menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan