Di sisi lain, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa bencana alam yang melanda wilayahnya tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam menjalankan program pembangunan.

“Namanya gempa ini kan urusan alam. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya tetap optimis walaupun menghadapi bencana seperti sekarang,” tegasnya, Rabu (7/10/2026).

Ia mengatakan, gempa bumi merupakan peristiwa alam yang harus dihadapi bersama. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan program-program yang telah direncanakan.

Dengan demikian, penanganan dampak bencana dan pelaksanaan program pembangunan akan tetap berjalan sesuai kebutuhan dan prioritas pemerintah daerah.

Ratu Wulla berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari peristiwa gempa tersebut, terutama mengenai pentingnya membangun rumah dengan konstruksi yang baik, sekaligus tetap optimistis menghadapi situasi pascabencana.

Sementara itu, berdasarkan data pemerintah daerah per Selasa (6/10/2026) pukul 00.00 Wita, sebanyak 360 rumah warga dan 34 fasilitas umum terdampak gempa.

Dengan demikian, terdapat 394 bangunan yang mengalami kerusakan berdasarkan data tersebut.

Dari 360 rumah warga, sebanyak lima unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 335 unit rusak ringan.