Meski memberikan catatan kritis, Sulaiman menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi tetap harus bekerja berdasarkan kepercayaan, kejujuran, kerahasiaan, dan tanggung jawab.

“Pelaku-pelaku di dalam pelaksanaan seleksi harus benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kerahasiaan serta bertanggung jawab kepada pimpinan tertinggi yang ada di daerah ini,” ujarnya.

Minta Bupati Ambil Keputusan Berdasarkan Data

Sulaiman menekankan bahwa hasil seleksi harus didukung data yang benar dan diperoleh melalui mekanisme yang tepat.

Dengan demikian, Bupati Alor sebagai pejabat yang memiliki kewenangan dalam menentukan pengisian jabatan dapat mengambil keputusan berdasarkan hasil seleksi yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mengatakan pengisian jabatan eselon II seharusnya diarahkan untuk menjawab kebutuhan pemerintahan, mengisi kekosongan jabatan, serta mendukung pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah.

Namun, Sulaiman mengaku prihatin karena sejak awal proses seleksi telah muncul berbagai isu yang dinilainya tidak produktif.

Menurutnya, Komisi I DPRD Alor sebelumnya telah mengingatkan pemerintah agar proses seleksi tetap berjalan sesuai mekanisme dan prinsip objektivitas.

Nama Peserta Disebut sebelum Hasil Seleksi Diumumkan

Salah satu hal yang menjadi sorotan Sulaiman adalah beredarnya nama-nama peserta yang disebut-sebut akan menempati urutan tertentu sebelum hasil seleksi resmi diumumkan.