Namun, angka progres tersebut berbeda dengan informasi lain yang disampaikan dalam peninjauan. Sebelumnya disebutkan bahwa secara keseluruhan proyek pinjaman daerah baru mencapai sekitar 20 hingga 30 persen.

Dari sejumlah paket pekerjaan, hanya satu paket rabat sepanjang 300 meter di Nuse yang disebut telah mencapai 100 persen.

Perbedaan informasi progres tersebut menjadi perhatian anggota DPRD yang melakukan sidak.

DPRD Ragu Proyek Selesai Tepat Waktu

Anggota Komisi III DPRD Rote Ndao, Dering Feoh, menyatakan pesimistis pekerjaan dapat diselesaikan dalam masa perpanjangan yang tersedia.

Menurut Dering, waktu tambahan sekitar satu bulan dinilai sangat terbatas apabila masih terdapat sejumlah persoalan teknis dan sosial yang belum diselesaikan.

“Pengerjaan ini dipastikan tidak bisa selesai dalam 1 bulan. Mengingat masa waktu tambahan dari Dinas PUPR hanya 1 bulan. Dan itu waktu yang sangat sedikit,” tegas Dering.

Ia meminta persoalan keterlambatan tersebut dicatat secara resmi oleh DPRD.

DPRD juga meminta agar setiap hambatan pekerjaan dikomunikasikan secara terbuka sejak awal. Jika diperlukan, DPRD menyatakan siap turun bersama pihak terkait untuk mencari solusi.

“Jangan biarkan hambatan ini memperlambat atau menghentikan pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Sampaikan sejak awal, kami siap turun bersama mencari jalan keluar,” tegas anggota DPRD yang memimpin peninjauan.