Kegiatan edukasi dan pelatihan hidroponik dilaksanakan di Puskesmas Sikumana pada Rabu (30/9/2026), dengan melibatkan 40 ibu yang memiliki balita terindikasi stunting.

Para peserta mendapatkan pelatihan praktis mengenai budidaya tanaman pangan menggunakan metode hidroponik sederhana. Teknik ini dirancang agar dapat diterapkan di lingkungan rumah dengan memanfaatkan barang daur ulang dan bahan yang relatif mudah diperoleh.

Melalui pelatihan tersebut, keluarga diharapkan mampu menanam sayuran segar secara mandiri untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi sehari-hari.

Upaya ini juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pembelian sayuran, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Untuk mendukung penerapan keterampilan setelah pelatihan, tim PKM FKKH Undana menyerahkan paket starter kit hidroponik kepada seluruh peserta.

Paket tersebut mencakup benih tanaman, media tanam, dan nutrisi pupuk yang dapat digunakan untuk memulai budidaya di rumah masing-masing.

Bantuan itu diharapkan menjadi langkah awal agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan budidaya hidroponik secara berkelanjutan.

Integrasikan Layanan Kesehatan dan Ketahanan Pangan

Program PKM FKKH Undana menggabungkan dua pendekatan yang saling melengkapi dalam pencegahan stunting, yakni pemantauan kesehatan ibu dan janin serta penguatan akses keluarga terhadap pangan bergizi.