Pemeriksaan ini bertujuan memantau perkembangan janin, mengukur parameter pertumbuhan, serta mengidentifikasi kemungkinan gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR).

Deteksi dini diperlukan agar ibu hamil yang memiliki faktor risiko dapat memperoleh evaluasi dan penanganan medis sesuai kondisi kehamilannya.

Ketua Tim PKM FKKH Undana, dr. Regina M. Hutasoit, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemantauan kesehatan ibu dan janin serta pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai.

“Pencegahan stunting harus menjadi gerakan proaktif sejak masa kehamilan. Melalui pemeriksaan USG spesialis ini, kami memastikan para ibu memahami perkembangan janinnya secara rinci sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan asupan gizi esensial hingga masa persalinan,” ungkap Regina.

Ia menekankan pentingnya kesinambungan pelayanan kesehatan sejak kehamilan hingga persalinan dan masa awal kehidupan anak.

Dengan pemantauan yang tepat, risiko gangguan pertumbuhan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah medis dan edukasi kesehatan dapat diberikan sesuai kebutuhan.

40 Ibu Dilatih Budidaya Hidroponik untuk Penuhi Gizi Keluarga

Selain intervensi medis, tim PKM FKKH Undana memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemberdayaan keluarga di bidang ketahanan pangan.