Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Meski demikian, BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama.
Hingga pukul 08.05 WIB, tercatat sedikitnya 62 gempa susulan dengan kekuatan antara M1,5 hingga M4,3.
Bupati Ratu Wulla mengatakan Pemkab SBD akan terus berkoordinasi dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Polda NTT untuk memantau perkembangan situasi.
“Kami sudah siagakan BPBD dan Puskesmas. Jika ada warga yang mengalami trauma atau luka, segera lapor. Jangan terpancing hoaks, ikuti info resmi dari BMKG dan pemerintah daerah,” katanya.
Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa tektonik yang mengguncang SBD terjadi pada Minggu pagi.
Parameter awal BMKG mencatat gempa berkekuatan M6,1. Setelah dilakukan pemutakhiran, magnitudo gempa menjadi M5,9.
Pusat gempa berdasarkan parameter pemutakhiran berada di laut pada koordinat 9,84 derajat Lintang Selatan dan 118,90 derajat Bujur Timur, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, dengan kedalaman 30 kilometer.
BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan