Tambolaka, RakyatNTT.ID – Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Stefanus Rangga Bola, mendukung kebijakan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, yang membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Menurut Stefanus, kebijakan tersebut merupakan langkah yang rasional untuk memberikan kepastian kepada masyarakat di tengah kelangkaan BBM dan melonjaknya harga BBM eceran.

Kader Partai Perindo itu menyampaikan dukungannya pada Selasa (27/10/2026).

“Kalau hemat saya, tindakan yang ditempuh oleh pemerintah sangat rasional demi memberikan kepastian kepada masyarakat yang telah dicekik dengan harga bensin eceran yang begitu melonjak,” kata Stefanus.

Ia menilai, persoalan kelangkaan BBM di SBD perlu ditangani secara serius agar masyarakat tidak terus terbebani oleh tingginya harga BBM yang dijual oleh pengecer.

Stefanus juga menyoroti dugaan penimbunan BBM melalui pengisian berlebihan di SPBU yang kemudian diperjualbelikan kembali dengan harga tinggi.

Menurut dia, praktik tersebut, apabila terjadi, dapat merugikan masyarakat kecil yang sangat membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Kelangkaan BBM di Sumba Barat Daya dipengaruhi oleh masyarakat yang melakukan penimbunan BBM melalui pengisian yang berlebihan untuk diperjualbelikan dengan harga yang mencekik rakyat kecil,” ujarnya.