Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut Cio, pemilihan pemain bukan keputusan mudah karena terdapat sejumlah atlet muda yang memiliki rekam jejak dan potensi untuk menjadi bagian dari masa depan bola voli TTS.
“Saya sudah putuskan beberapa nama ini akan ikut. Ini keputusan yang cukup berat, karena ada gengsi besar dan nama besar pemain yang cukup gemilang sebagai masa depan voli TTS di sekolah kami,” ujar Cio.
Dukungan Sekolah dan Orang Tua
Cio menyebut dukungan dari kepala sekolah, komite sekolah hingga orang tua menjadi bagian penting dalam persiapan tim menghadapi kompetisi tingkat Provinsi NTT.
Persiapan juga tidak hanya dilakukan melalui latihan internal. Para pemain telah mendapatkan pengalaman bertanding melalui berbagai kompetisi berdasarkan kelompok usia maupun turnamen pelajar SMA/SMK di tingkat Kabupaten TTS.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi para pemain sebelum menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di NTT.
“Terakhir kami meraih juara di Lukas Banu Cup untuk kedua kalinya,” kata Cio.
Dengan pengalaman tersebut, ia berharap anak asuhnya dapat mempertahankan momentum dan menunjukkan permainan terbaik ketika tampil di Kota Kupang.
“Semoga ini memastikan bahwa mesin masih panas dan menjadi modal anak-anak bisa menunjukkan permainan yang baik. Target kami, dari sekolah kami harus ada yang mengharumkan nama NTT di PON nanti,” ungkapnya.
14 Pemain Disiapkan, Valen dan Phina jadi Andalan
Untuk menghadapi SMSI Cup I dan GAMKI-PBVSI Cup, SMK Negeri 2 SoE menyiapkan 14 pemain putra. Mayoritas pemain dalam skuad tersebut berusia 16 tahun.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan