Ba’a, RakyatNTT.ID – Prestasi membanggakan kembali datang dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mayana Tysellanata Saleky, siswi SMA Negeri 1 Rote Tengah, berhasil meraih gelar Miss Pre-Teen Culture Universe 2026 setelah tampil memukau dalam ajang budaya internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Majelis Kebudayaan dan Warisan Nusantara pada 27–29 Agustus 2026 di Kuala Lumpur. Mayana bersaing dengan perwakilan dari berbagai negara sekaligus membawa identitas budaya Indonesia ke panggung internasional.

Prestasi tersebut melanjutkan torehan Mayana sebelumnya sebagai Remaja Putri Literasi Budaya Indonesia 2025 di Yogyakarta.

Kepulangan Mayana disambut penuh sukacita oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Rote Tengah pada Kamis (10/9/2026). Bagi pihak sekolah, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi prestasi pribadi Mayana, tetapi juga kebanggaan bagi Rote Ndao, NTT dan Indonesia.

“Mayana bukan saja membanggakan Rote Ndao, Provinsi NTT, dan Indonesia, tetapi membuat bangga kami SMA Negeri 1 Rote Tengah,” kata Plh. Kepala SMA Negeri 1 Rote Tengah, Hanik Budiasih.

Mimpi Mayana Dimulai Sejak Kelas X

Hanik mengungkapkan, cita-cita Mayana untuk mengangkat nama daerah sebenarnya telah terlihat sejak dirinya duduk di kelas X.

Ia masih mengingat ketika Mayana pernah menyampaikan keinginannya untuk menjadi putri pariwisata Rote Ndao.

“Dulu, saya ingat Mayana ini waktu kelas 10 sempat bilang ingin menjadi Putri Pariwisata di Rote Ndao,” ungkap Hanik.

Namun, perjalanan Mayana ternyata melampaui impian awal tersebut. Dari panggung daerah, ia berhasil menembus kompetisi nasional hingga akhirnya meraih gelar di tingkat internasional.

“Ternyata, melebihi dari yang diimpikan, berhasil di tingkat nasional dan juga internasional,” ujar Hanik.

Menurut Hanik, perjalanan Mayana sekaligus membuktikan bahwa asal daerah bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Ia menilai keberanian, kegigihan dan kepercayaan terhadap kemampuan diri menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menembus berbagai batas.

“Bahwa batas terbesar sering kali bukan tempat seseorang berasal, melainkan keberanian untuk percaya pada kemampuan diri,” katanya.

Hanik berharap prestasi Mayana dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya dan melahirkan lebih banyak generasi muda Rote Ndao yang berani berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita, yang nantinya bisa ditelurkan kepada generasi-generasi selanjutnya,” ucapnya.

Bawa Identitas Budaya NTT ke Panggung Internasional

Keberhasilan Mayana tidak lepas dari dukungan Nihi Rote & Hospitality Academy, PT Bo’a Development, dan Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli.

Dukungan tersebut telah diberikan sejak Mayana mengikuti ajang nasional di Yogyakarta hingga tampil dalam kompetisi internasional di Kuala Lumpur.

“Ini dukungan lanjutan dari Nihi Rote, yang terus mensupport perjalanan ini sampai meraih gelar Miss Pre-Teen Culture Universe 2026,” jelas Mayana.

Yang menarik, Mayana tidak hanya tampil sebagai peserta kompetisi, tetapi juga membawa identitas budaya NTT ke hadapan publik internasional.

Dalam penampilannya di Kuala Lumpur, ia memadukan sejumlah unsur budaya Indonesia dari NTT, yakni songket Manggarai, Sasando, dan tenunan Rote Ndao.

Perpaduan tersebut menjadi salah satu kekuatan penampilan Mayana dalam memperkenalkan kekayaan budaya NTT di panggung internasional.

“Puji Tuhan, Mayana terpilih jadi pemenang. Keunikannya adalah perpaduan dua budaya Indonesia dari NTT,” ungkap Mayana Tysellanata Saleky, Miss Pre-Teen Culture Universe 2026.

Dari Rote Ndao ke Panggung Dunia

Prestasi Mayana menjadi bukti bahwa anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan mengukir prestasi di tingkat internasional.

Lebih dari sekadar gelar kecantikan dan budaya, keberhasilan tersebut membawa pesan tentang pentingnya memperkenalkan identitas daerah kepada dunia.

Melalui perpaduan budaya Rote Ndao dan NTT, Mayana menunjukkan bahwa kekayaan budaya dari daerah dapat menjadi kekuatan untuk tampil di panggung global.

Prestasinya juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Rote Ndao agar tidak minder dengan latar belakang daerah, tetapi berani mengembangkan potensi dan membawa identitas budaya lokal semakin dikenal luas.

Dari Rote Ndao, Mayana kini membawa nama NTT hingga ke panggung internasional. (rnc12)