Ia masih mengingat ketika Mayana pernah menyampaikan keinginannya untuk menjadi putri pariwisata Rote Ndao.

“Dulu, saya ingat Mayana ini waktu kelas 10 sempat bilang ingin menjadi Putri Pariwisata di Rote Ndao,” ungkap Hanik.

Namun, perjalanan Mayana ternyata melampaui impian awal tersebut. Dari panggung daerah, ia berhasil menembus kompetisi nasional hingga akhirnya meraih gelar di tingkat internasional.

“Ternyata, melebihi dari yang diimpikan, berhasil di tingkat nasional dan juga internasional,” ujar Hanik.

Menurut Hanik, perjalanan Mayana sekaligus membuktikan bahwa asal daerah bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Ia menilai keberanian, kegigihan dan kepercayaan terhadap kemampuan diri menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menembus berbagai batas.

“Bahwa batas terbesar sering kali bukan tempat seseorang berasal, melainkan keberanian untuk percaya pada kemampuan diri,” katanya.

Hanik berharap prestasi Mayana dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya dan melahirkan lebih banyak generasi muda Rote Ndao yang berani berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita, yang nantinya bisa ditelurkan kepada generasi-generasi selanjutnya,” ucapnya.

Bawa Identitas Budaya NTT ke Panggung Internasional

Keberhasilan Mayana tidak lepas dari dukungan Nihi Rote & Hospitality Academy, PT Bo’a Development, dan Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli.