Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dengan demikian, meski aktivitas gempa kuat semakin jarang, masyarakat Flores dan wilayah sekitarnya masih mungkin merasakan gempa-gempa kecil dalam beberapa bulan mendatang.
BMKG Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada
BMKG memastikan pemantauan aktivitas kegempaan di Flores dan wilayah sekitarnya akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
BMKG juga berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, BNPB, pemerintah daerah, BPBD, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tetap tenang, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG,” kata Ardhasena.
Gempa M7,7 Flores Dipicu Flores Back-Arc Thrust
Gempa utama yang memicu rangkaian gempa susulan tersebut terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB.
Episenter gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.
Gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust) dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
Gempa M7,7 tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG.
Berdasarkan hasil observasi muka laut, tsunami tercatat di 16 lokasi di wilayah NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan.
Ketinggian tsunami yang tercatat antara lain mencapai 1,6 meter di Pota dan 1,61 meter di Reo.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan