Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID — Kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja bersama Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten SBD tersebut difokuskan pada evaluasi kinerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta percepatan verifikasi dan validasi (verval) data pertanahan.
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTT I Ketut Gede Ary Sucaya dalam arahannya meminta jajaran Kantah SBD mempercepat pemeliharaan data pertanahan, terutama perapihan verval Buku Tanah dan Surat Ukur.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pencapaian target program Pra-Sertipikasi Elektronik (Pra-Sertel).
I Ketut Gede Ary Sucaya meminta seluruh jajaran meningkatkan akselerasi verval Buku Tanah dan Surat Ukur sehingga target Pra-Sertel dapat diselesaikan secara maksimal.
Target yang ditetapkan yakni penyelesaian Pra-Sertel sebesar 100 persen pada November 2026.
Menurut dia, pemeliharaan dan validasi data menjadi bagian penting dalam proses transformasi layanan pertanahan menuju sistem sertipikat elektronik.
Selain mempercepat pekerjaan, jajaran Kantah SBD juga diminta memastikan setiap tahapan pelayanan tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Bekerjalah sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada. Jangan pernah takut dalam menjalankan tugas selagi kita konsisten mengikuti aturan yang berlaku,” kata I Ketut Gede Ary Sucaya.
Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil BPN NTT juga menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap regulasi dalam menjalankan pelayanan publik.
Seluruh ASN dan pegawai Kantah SBD diminta bekerja dengan percaya diri, selama pelaksanaan tugas tetap berada dalam koridor hukum dan mengikuti aturan yang berlaku.
Evaluasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan program-program strategis pertanahan berjalan sesuai target dan standar mutu yang telah ditetapkan.
Selain persoalan verval data, kegiatan Monev juga membahas transformasi digital melalui implementasi sertipikat elektronik.
Sertipikat elektronik dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sertipikat analog atau konvensional, terutama dari sisi keamanan dan pengelolaan data.
Sertipikat elektronik tidak bergantung pada bentuk fisik sehingga risiko kehilangan atau kerusakan akibat faktor fisik dapat diminimalkan.
Data elektronik juga dilindungi dengan sistem keamanan untuk menghadapi berbagai ancaman digital, termasuk ransomware, malware, dan virus.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Kantah Sumba Barat Daya menegaskan komitmennya meningkatkan produktivitas pelayanan pertanahan, menjaga validitas data, serta mendukung pelaksanaan alih media sertipikat elektronik.
Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum atas hak tanah sekaligus menghadirkan layanan pertanahan yang lebih aman dan mengikuti perkembangan teknologi. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan