Logikanya, peningkatan beban pajak jangan sampai justru menekan aktivitas ekonomi ketika pemerintah sedang berupaya mendorong pertumbuhan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi fiskal Purbaya: pertumbuhan ekonomi perlu didorong terlebih dahulu agar basis penerimaan negara ikut membesar.

Dengan ekonomi yang lebih kuat, penerimaan pajak diharapkan meningkat melalui perluasan aktivitas ekonomi dan basis pajak.

8. Menyiapkan Strategi Baru untuk Utang Whoosh

Menjelang akhir masa jabatannya, Purbaya juga meninggalkan pekerjaan besar terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Pemerintah menyiapkan opsi pengalihan pengendalian proyek kepada entitas pemerintah.

Dalam skema yang dibahas, Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) atau PT Sarana Multi Infrastruktur diproyeksikan memegang kendali sebesar 60 persen, sementara pihak China tetap memiliki porsi 40 persen.

Di sisi lain, pemerintah juga harus menangani kewajiban utang proyek tersebut, termasuk pinjaman sekitar USD4,5 miliar dari China Development Bank.

Dengan demikian, restrukturisasi dan pengelolaan utang Whoosh menjadi salah satu pekerjaan besar yang turut diwariskan Purbaya kepada pemerintahan berikutnya.

Purbaya Tinggalkan Warisan Kebijakan Pro-Growth

Berakhirnya masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa menutup satu periode kepemimpinan Kementerian Keuangan yang ditandai dengan kebijakan fiskal agresif dan berorientasi pada pertumbuhan.