Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Wilayah terdampak tersebut memiliki kontribusi sekitar 30–35 persen terhadap perekonomian NTT.
Karena itu, proses pemulihan Flores dinilai tidak hanya penting bagi masyarakat yang terdampak langsung, tetapi juga bagi keberlangsungan perekonomian NTT secara keseluruhan.
Pemprov NTT bersama tujuh pemerintah kabupaten terdampak kini terus melakukan pendataan kerusakan.
Pendataan mencakup kerusakan rumah penduduk, kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga berbagai infrastruktur lainnya.
Seluruh data tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pendataan Ditargetkan Rampung Awal Oktober
Melki menargetkan proses pendataan dampak gempa dapat diselesaikan sepanjang September hingga awal Oktober 2026.
Setelah itu, data akan melalui proses uji publik untuk memastikan tingkat akurasi dan validitasnya sebelum digunakan sebagai dasar penyusunan desain pemulihan Flores.
“Kita upayakan dari September ini sampai awal Oktober, itu seluruh urusan pendataan sudah selesai sampai diuji publik. Karena setelah itu kita harus menuju Jakarta bertemu lagi dengan Pak Menteri Bappenas beserta jajaran, dan tentu juga dengan Pak Menko PMK,” ujar Melki.
Menurutnya, data yang valid menjadi elemen penting sebelum pemerintah menetapkan desain pembangunan kembali wilayah Flores.
Pemulihan Flores Disiapkan Lewat R3P
Melki mengatakan perkembangan penanganan gempa Flores juga telah dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat keduanya bertemu di Semarang, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan