Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah pencegahan yang didorong pemerintah untuk menekan risiko kanker serviks.
Retnowaty mengatakan kanker serviks merupakan persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menimbulkan dampak berat terhadap kesehatan dan berisiko menyebabkan kematian.
“Yang divaksin bukan hanya perempuan, yang laki-laki juga,” tambahnya.
Imbauan tersebut ditujukan terutama kepada masyarakat usia remaja hingga 39 tahun agar memanfaatkan vaksinasi HPV sebagai bagian dari upaya pencegahan.
360 Kasus Ditemukan Melalui Skrining
Retnowaty menjelaskan, temuan 360 kasus positif kanker serviks tersebut berasal dari kegiatan skrining yang dilakukan di 12 puskesmas dan RSUD S.K. Lerik Kota Kupang.
Skrining menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sehingga kasus yang ditemukan dapat segera diarahkan untuk mendapatkan penanganan.
Dari seluruh lokasi pemeriksaan, jumlah kasus positif paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Sikumana.
Retnowaty menyebut sekitar 2.000 orang telah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Sikumana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 220 orang dinyatakan positif.
“Yang paling banyak dari Puskesmas Sikumana, dari 2.000 yang diperiksa 220 orang positif,” ungkap Retnowaty.
Pasien Positif Diarahkan Mendapat Perawatan
Retnowaty mengatakan masyarakat yang terdeteksi positif telah diarahkan untuk mendapatkan penanganan dan perawatan sesuai kondisi masing-masing.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan