“Atlet yang sejati bukan nomor satu yang dia perlukan sebenarnya. Tetapi atlet yang sesungguhnya adalah atlet yang punya integritas sendiri, punya rasa bangga atas apa yang dia miliki. Itulah seorang atlet,” tegasnya.

Sekda Kota Kupang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Kupang itu meminta seluruh atlet bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Bertandinglah dengan sportif. Junjung tinggi sportivitas karena itu yang paling utama sebagai seorang atlet. Kalau Tuhan izinkan kita juara, kita bersyukur. Kalau belum diizinkan juara, kita juga harus tetap bersyukur. Itulah mental seorang atlet, mental seorang petarung,” katanya.

Menang atau Kalah, Tetap jadi Bagian dari Perjuangan

Jeffry menegaskan hasil pertandingan tidak boleh menghilangkan jati diri para atlet. Kemenangan maupun kekalahan, menurutnya, merupakan bagian dari proses perjuangan dan pengalaman dalam perjalanan seorang atlet.

Ia juga melihat keikutsertaan atlet NPC Kota Kupang dalam PEPARPEDA sebagai bukti bahwa olahraga terbuka bagi semua orang.

“Adik-adik ingin menunjukkan kepada kita semua, warga Kupang, bahwa insan olahraga tidak kenal batas, ruang, waktu dan kondisi. Untuk olahraga, dia bebas untuk semua. Siapa saja silakan, tidak ada sekat untuk olahraga,” ungkapnya.