Gempa susulan terjadi karena kerak bumi melakukan penyesuaian setelah mengalami pelepasan energi dalam jumlah besar. Proses tersebut berlangsung hingga tercapai kondisi keseimbangan baru.

“Gempa susulan ini cukup banyak karena itu adalah bagian dari proses penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah terjadinya gempa utama yang besar,” jelas Nelly.

BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya.

Warga juga diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan mematuhi arahan pemerintah maupun petugas di lapangan.

Dengan jumlah korban meninggal dunia yang kini mencapai 73 orang, penanganan bencana gempa NTT masih terus dilakukan. Di sisi lain, ribuan gempa susulan menjadi tantangan tersendiri bagi proses evakuasi, pelayanan kesehatan, serta pemulihan masyarakat di sejumlah wilayah Flores. (*/rnc)