Kerusakan tersebut terdiri dari:

  • 17.176 unit rusak berat
  • 9.758 unit rusak sedang
  • 18.013 unit rusak ringan

BNPB memastikan data kerusakan masih terus dimutakhirkan melalui posko yang berada di masing-masing kabupaten terdampak.

Berton menjelaskan, penetapan tingkat kerusakan rumah akan dilakukan berdasarkan pendataan by name by address warga terdampak. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dapat memastikan data kerusakan lebih akurat dan bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Manggarai Timur Catat Kerusakan Berat Terbanyak

Dari sejumlah wilayah terdampak, Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu daerah dengan jumlah rumah rusak berat paling tinggi.

Data BNPB mencatat 5.962 unit rumah rusak berat di Manggarai Timur.

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 3.146 unit rumah rusak berat, sedangkan Kabupaten Manggarai Barat mencapai 3.050 unit rumah rusak berat.

Ketiga wilayah tersebut menjadi daerah dengan jumlah kerusakan rumah berat terbesar akibat gempa Flores.

Pemerintah melalui posko penanganan bencana di masing-masing kabupaten masih terus melakukan pendataan dan pemutakhiran kondisi di lapangan.

Proses pendataan tersebut penting untuk menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya, termasuk bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan serta kebutuhan tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang masih mengungsi.

Penanganan dan Pendataan Terus Berjalan

Dengan meningkatnya jumlah korban, pengungsi, dan kerusakan rumah, penanganan pascagempa Flores masih membutuhkan koordinasi lintas sektor.