Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) menyatakan duka mendalam atas gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pembina di NTT, Undana langsung mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat koordinasi tanggap darurat melalui Zoom Meeting sesaat setelah bencana terjadi.

Rapat tersebut dipimpin Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. Ia menegaskan bahwa Undana harus mengambil peran strategis sebagai pusat konsolidasi aksi kemanusiaan sekaligus kepakaran bagi kementerian dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

“Sebagai perguruan tinggi pembina di NTT, Undana siap mengemban amanah menjadi hub atau pusat koordinasi tanggap bencana perguruan tinggi se-Indonesia,” ujar Prof. Jefri.

Menurutnya, seluruh informasi mengenai kebutuhan di lapangan, pemetaan relawan hingga penyaluran bantuan akan dikonsolidasikan melalui Undana. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran, efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak di Flores.

Undana Siapkan 8 Langkah Strategis

Dalam rapat koordinasi tersebut, Undana merumuskan delapan langkah strategis sebagai bagian dari respons terhadap gempa Flores.