Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pertama, membentuk Posko Utama Tanggap Bencana. Posko tersebut dipusatkan di Gedung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rektorat Undana.
Posko akan menjadi pusat pengendalian arus informasi, penerimaan logistik, pendaftaran relawan serta jalur koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten di wilayah Flores.
Kedua, mencairkan dana kedaruratan. Dana tersebut diluncurkan dari alokasi dana taktis pengabdian kepada masyarakat untuk mempercepat respons awal.
Wakil Rektor II Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., mengatakan langkah tersebut diperlukan agar pergerakan tim relawan, penanganan medis awal dan distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat, terstruktur dan akuntabel.
Ketiga, melakukan penyisiran presisi terhadap sivitas akademika. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) bersama Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) ditugaskan mendata keberadaan mahasiswa KKN, peneliti lapangan serta mahasiswa Undana yang berdomisili di wilayah terdampak.
Keempat, memberikan fleksibilitas akademik bagi mahasiswa terdampak. Pimpinan Undana memberikan relaksasi jadwal perkuliahan hingga awal September bagi mahasiswa yang terdampak langsung oleh bencana.
Undana Bentuk Disaster Relief Task Force
Kelima, membentuk Undana Disaster Relief Task Force atau Satuan Tugas Penanggulangan Bencana.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan