Aktivitas dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diberikan kesempatan mengikuti permainan edukatif, bercerita, bernyanyi hingga melakukan kegiatan kelompok.

Menurut Berton, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak mengekspresikan perasaan yang mereka alami setelah menghadapi bencana. Selain itu, aktivitas bersama juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dan tekanan psikologis akibat situasi yang mereka hadapi.

“Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana,” ujarnya.

Perpustakaan Keliling Jaga Aktivitas Anak

Selain trauma healing, perpustakaan keliling juga dihadirkan di lokasi pengungsian GOR Samador. Fasilitas tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk membaca, bermain, sekaligus menjaga aktivitas belajar selama berada jauh dari rumah.

Kehadiran perpustakaan keliling diharapkan dapat membuat anak-anak tetap memiliki kegiatan yang edukatif dan menyenangkan selama masa pengungsian. Layanan tersebut didukung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.

Dukungan psikososial seperti trauma healing dan aktivitas literasi dinilai penting karena anak-anak termasuk kelompok rentan dalam situasi bencana. Selain kehilangan rasa aman, mereka juga berpotensi mengalami tekanan akibat perubahan lingkungan dan terhentinya rutinitas sehari-hari.