Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tangerang, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Ratu Ngadu Bonnu Wulla tampil mengenakan pakaian adat Sumba saat membuka secara resmi kegiatan Fashion Show Wastra Nusantara di Panggung Seni Budaya, Hall 3 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/8/2026).
Ratu Ngadu Bonnu Wulla hadir dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).
Kegiatan tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan menjadi salah satu rangkaian utama Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026: Trade, Tourism, Investment and Procurement yang berlangsung pada 27-29 Agustus 2026.
Penampilan Ratu Wulla dengan pakaian adat Sumba turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah dalam ajang yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ratu Wulla menegaskan bahwa wastra Nusantara bukan hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mempunyai potensi ekonomi yang besar.
Menurut dia, kain tradisional dari berbagai daerah dapat dikembangkan menjadi produk kreatif dan bernilai tambah melalui inovasi para desainer, tanpa menghilangkan identitas serta kearifan lokal.
“Wastra Nusantara bukan sekadar warisan tradisi dan budaya, melainkan aset ekonomi kreatif yang memiliki nilai seni serta nilai ekonomi bernilai tinggi,” tegas Ratu Wulla.
Ratu Wulla juga menilai keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pengrajin dan desainer lokal sangat penting.
Menurutnya, ajang berskala nasional seperti AOE 2026 dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM berbasis kebudayaan untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.
“Melalui kreativitas para desainer daerah, kain tradisional mampu ditransformasikan menjadi produk bernilai tambah tanpa menghilangkan identitas serta kearifan lokalnya,” ujarnya.
Ia berharap Fashion Show Wastra Nusantara dapat memperkuat kerja sama antar daerah dalam mengembangkan potensi pariwisata, investasi, sekaligus menjaga keberlangsungan produk budaya khas Nusantara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dewan Pengurus Apkasi, kepala daerah dari berbagai kabupaten di Indonesia, perwakilan kementerian/lembaga, serta pelaku industri kreatif dan desainer lokal dari berbagai daerah.
Melalui kegiatan tersebut, kekayaan wastra dari berbagai daerah diharapkan semakin dikenal, tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM di daerah. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan