Mbay, RakyatNTT.ID – Ratusan warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menelan kekecewaan setelah agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RSUD Aeramo tidak terlaksana.

Sejak pagi, warga telah memadati sejumlah titik di sepanjang jalan menuju RSUD Aeramo. Sebagian lainnya memilih menunggu di sekitar rumah, kios-kios dan lokasi yang diperkirakan menjadi jalur rombongan Presiden.

Mereka berharap dapat melihat langsung Presiden RI sekaligus menyampaikan kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores.

Namun, hingga agenda kunjungan berakhir, Presiden Prabowo tidak datang ke RSUD Aeramo.

Warga Kecewa Sudah Menunggu Sejak Pagi

Salah seorang warga, Erna, mengaku kecewa karena sudah menunggu sejak pagi. Ia mengatakan, situasi tersebut mengingatkannya pada pengalaman sebelumnya ketika agenda kunjungan Presiden Joko Widodo ke Nagekeo juga tidak terealisasi.

“Jujur Pak kami kecewa, padahal kami sudah dari pagi tunggu Bapak Presiden. Ini sudah kali yang kedua. Dulu Pak Presiden Jokowi juga begitu, dalam agendanya akan mengunjungi SMKN I Aesesa, sekarang katanya mau ke RSD Aeramo tapi tidak datang,” ujar Erna.

Kekecewaan warga semakin terasa karena sepanjang ruas jalan Danga menuju Desa Aeramo telah dipenuhi masyarakat. Sejumlah pengungsi korban gempa juga terlihat berada di sepanjang jalur tersebut.

Warga bahkan rela menunggu berjam-jam demi kesempatan melihat langsung kepala negara yang datang ke Nagekeo untuk meninjau penanganan dampak gempa bumi.

Warga Berharap Presiden Melihat Kondisi Pasien Gempa

Warga lainnya, Jois, menilai RSUD Aeramo seharusnya menjadi salah satu lokasi penting yang dikunjungi Presiden Prabowo.

Menurutnya, rumah sakit tersebut menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menangani masyarakat terdampak gempa. Kunjungan Presiden dinilai dapat menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pasien sekaligus pelayanan tenaga kesehatan.

“Seharusnya RSD Aeramo juga harus menjadi titik yang paling penting untuk dikunjungi Presiden. Di RSD Aeramo itu banyak sekali warga terdampak yang sakit dan sedang mendapatkan perawatan medis,” kata Jois.

Ia berharap Presiden dapat melihat langsung kondisi pasien serta aktivitas tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan masyarakat.

Menurut Jois, para perawat juga ikut terdampak bencana. Namun, mereka tetap harus menjalankan tugas melayani pasien siang dan malam.

“Jujur Pak, para perawat mereka juga terdampak. Kasihan siang malam mereka harus terus melayani pasien,” ujarnya.

Selain persoalan tenaga kesehatan, Jois menyebut sejumlah peralatan medis masih dibutuhkan untuk menunjang pelayanan pasien terdampak gempa.

Ia berharap dukungan pemerintah dapat memperkuat fasilitas kesehatan di Nagekeo sehingga pasien tidak perlu terus-menerus dirujuk ke daerah lain.

Warga Kembali ke Rumah dan Posko Pengungsian

Setelah mengetahui Presiden tidak melanjutkan agenda ke RSUD Aeramo, warga yang sebelumnya menunggu di sepanjang jalan mulai meninggalkan lokasi.

Sebagian kembali ke rumah masing-masing, sementara warga terdampak lainnya kembali ke posko-posko pengungsian.

Meski tidak dapat bertemu langsung dengan Presiden, masyarakat terdampak tetap mendapatkan bantuan logistik yang disalurkan pemerintah pusat.

Warga terlihat mengantre untuk menerima bantuan sembako dari Presiden Prabowo Subianto.

Paket bantuan tersebut antara lain berisi selimut, Pop Mie, beras, vitamin, mi instan, biskuit Roma, gulai ikan dan pembalut Charm.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak gempa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Nagekeo.

Prabowo Tiba di Nagekeo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tiba di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).

Kedatangan Presiden disambut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus.

Setibanya di Nagekeo, Prabowo menggelar rapat koordinasi penanganan bencana bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah.

Dalam rapat tersebut dibahas perkembangan penanganan dampak gempa bumi Flores, kondisi pengungsi, kerusakan infrastruktur serta kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Usai rapat koordinasi, Presiden melanjutkan agenda dengan meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa serta sejumlah lokasi penanganan bencana di Lapangan Berdikari Danga, Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak berjalan optimal.

Bagi warga Aeramo, kehadiran Presiden memang dinantikan. Namun, meski tidak sempat bertemu langsung, mereka berharap perhatian pemerintah terhadap kondisi rumah sakit, pasien dan tenaga kesehatan di wilayah terdampak gempa tetap menjadi prioritas dalam proses penanganan dan pemulihan. (rnc15)