Ratusan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda. Kerusakan tersebut mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.

Untuk sementara, kerusakan paling banyak ditemukan pada bangunan rumah warga. Sementara kondisi fasilitas umum, termasuk sekolah, masih dalam proses pendataan sehingga jumlah kerusakannya belum dapat dipastikan secara keseluruhan.

Domi menilai pendataan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada warga terdampak yang terlewat. Untuk mempercepat proses tersebut, ia melibatkan para ketua RT di setiap wilayah serta Ketua Kelompok Basis Gereja (KBG).

Koordinasi juga dilakukan dengan pihak gereja dan pastor paroki. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memastikan seluruh warga terdampak, termasuk mereka yang membutuhkan bantuan khusus, masuk dalam pendataan.

Dorong Laporan Detail ke Pemerintah Pusat

Menurut Domi, data yang lengkap dan diperbarui secara berkala sangat dibutuhkan dalam proses penanganan bencana. Data tersebut dapat menjadi dasar pemerintah untuk menentukan prioritas bantuan, perbaikan rumah hingga rekonstruksi bangunan yang mengalami kerusakan berat.

“Bencana ini membutuhkan perhatian serius. Pemerintah daerah perlu menyampaikan laporan secara intensif dan detail kepada pemerintah pusat sehingga para korban segera mendapatkan penanganan dan bangunan yang rusak dapat segera direkonstruksi,” tuturnya.