Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Presiden menjelaskan, kebutuhan pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun. Defisit anggaran ditargetkan berada pada level 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rencana pembiayaan APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen terhadap PDB.
Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 6 Persen
Dalam asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan target tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, meningkat dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
“Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Inflasi akan kita jaga pada kisaran 2,5 persen,” kata Prabowo.
Pemerintah juga memperkirakan tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada pada level 6,9 persen.
Sementara itu, asumsi nilai tukar rupiah ditetapkan pada kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
Target tersebut menjadi salah satu indikator utama dalam penyusunan RAPBN 2027 sekaligus menggambarkan proyeksi pemerintah terhadap kondisi ekonomi nasional pada tahun mendatang.
Harga Minyak Dipatok 75 Dolar AS per Barel
Di sektor energi, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi dalam RAPBN 2027.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan