Mbay, RakyatNTT.ID – Presiden Prabowo Subianto mengucurkan Rp200 miliar dana tambahan untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan seluruh dana tersebut telah masuk ke kas pemerintah daerah.

Kepastian itu disampaikan Emanuel saat mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana bersama Presiden Prabowo Subianto di NTT, Rabu (26/8/2026).

Dari total Rp200 miliar tersebut, Rp40 miliar dialokasikan untuk Pemerintah Provinsi NTT, sedangkan Rp160 miliar lainnya diberikan kepada delapan pemerintah kabupaten, masing-masing sebesar Rp20 miliar.

“Kami terima kasih, Bapak Presiden, sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar, dan provinsi dapat Rp40 miliar. Itu sangat membantu kami untuk mengerahkan pengungsi,” ujar Emanuel dalam rapat yang disiarkan secara virtual.

Delapan Kabupaten Dapat Dana Rp20 Miliar

Berdasarkan rincian bantuan kemasyarakatan Presiden untuk penanggulangan bencana alam di NTT per 24 Agustus 2026, delapan kabupaten menerima tambahan dana masing-masing Rp20 miliar.

Kedelapan daerah tersebut yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Dana tersebut merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden atau tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperkuat penanganan bencana di NTT.

Pemerintah pusat sebelumnya telah mentransfer dana tersebut pada Senin (24/8/2026).

Meski Flores Timur tidak menjadi wilayah yang terdampak langsung gempa bumi, pemerintah kabupaten setempat tetap mendapatkan alokasi Rp20 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menangani dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Pemprov NTT Libatkan Toko dan Kios untuk Bantu Pengungsi

Selain dukungan dana dari pemerintah pusat, Gubernur Emanuel juga menjelaskan strategi pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.

Pemprov NTT mengerahkan toko dan kios masyarakat untuk membantu menyediakan kebutuhan dasar bagi warga di wilayah terdampak.

Mekanismenya, toko dan kios diperbolehkan menyalurkan kebutuhan masyarakat terlebih dahulu, sementara pembayaran akan dilakukan oleh pemerintah.

“Kita bilang pokoknya semua toko-kios silakan memberikan dukungan bagi masyarakat, nanti provinsi bayar atau pemerintah bayar,” jelas Emanuel.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat terdampak tidak mengalami kekurangan makanan, minuman, selimut maupun matras selama masa tanggap darurat.

“Jangan sampai ada yang tidak bisa makan atau minum atau tidak punya selimut ataupun matras pada saat bencana itu. Dan kita minta semua toko, semua kios juga membantu,” lanjutnya.

Kemendagri Turunkan Empat Tim Pengawasan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah juga memastikan penggunaan dana Rp200 miliar tersebut diawasi secara ketat.

Kementerian Dalam Negeri akan mengirimkan empat tim Inspektorat Jenderal (Itjen) ke NTT untuk memastikan dana bantuan digunakan sesuai kebutuhan penanganan bencana.

“Dan kami mohon izin mengirimkan 4 tim Pak dari Itjen untuk meyakinkan bahwa uang itu betul-betul digunakan,” kata Tito dalam rapat tersebut.

Pengawasan dilakukan agar dana yang telah dikucurkan pemerintah pusat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga di wilayah pelosok dan daerah yang sulit dijangkau.

Tito menekankan pentingnya memastikan seluruh dana digunakan secara optimal untuk kepentingan masyarakat terdampak.

Dana Rp200 Miliar untuk Percepat Penanganan Gempa NTT

Tambahan dana Rp200 miliar tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat penanganan dampak gempa bumi di Flores.

Dengan dana tambahan tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, memperkuat pelayanan dasar, serta mendukung proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Pemerintah pusat dan daerah juga terus memperkuat koordinasi agar bantuan tidak hanya tersedia di pusat-pusat penanganan bencana, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil. (*/rnc)