Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam iman Kristen, kehidupan bukan semata-mata tentang memperoleh. Kehidupan juga tentang memberi.
Yesus berkata dalam Matius 10:8, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Kalimat ini sederhana, tetapi memiliki konsekuensi yang besar.
Apa yang kita miliki hari ini bukan hanya hasil kerja kita sendiri.
Ada orang tua yang berkorban.
Ada guru yang mengajar.
Ada masyarakat yang menopang.
Ada gereja yang membentuk.
Ada banyak orang yang membuka jalan.
Maka ketika seseorang berhasil, ada pertanyaan moral yang tidak boleh dihindari: apa yang akan ia lakukan dengan keberhasilannya?
Karena itu, pulang bukan hanya persoalan geografis.
Pulang adalah persoalan tanggung jawab.
Kita kembali kepada keluarga.
Kita kembali kepada masyarakat.
Kita kembali kepada nilai.
Kita kembali kepada panggilan untuk melayani.
Dan bagi seorang pendidik, panggilan itu sangat jelas: menggunakan pengetahuan untuk menghidupkan pengetahuan di dalam diri generasi berikutnya.
Tetapi Jangan Jadikan Mai Fali E Sekadar Slogan
Di titik ini kita juga perlu kritis.
Jangan sampai Mai Fali E hanya menjadi slogan yang indah dalam berbagai acara, spanduk, pidato, atau unggahan media sosial.
Kita mengajak anak-anak daerah pulang, tetapi apakah kita sudah menyiapkan ruang bagi mereka untuk berkarya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan