Wakil Bupati Thobias Uly menegaskan, rakor tersebut tidak boleh hanya menjadi pertemuan rutin tanpa menghasilkan langkah konkret.

Menurutnya, seluruh unsur yang tergabung dalam tim pengendali dan pengawas BBM bersubsidi harus mampu merumuskan rekomendasi yang dapat menjadi dasar penyelesaian persoalan.

“Kita semua yang tergabung dalam tim ini harus menghasilkan sebuah rekomendasi kesepakatan yang ditandatangani bersama. Mari kita rumuskan secara tuntas, baik untuk kebutuhan eksternal seperti Pertamina dan BPH Migas, maupun untuk internal kita di jajaran dinas teknis,” ujar Thobias.

Masalah BBM Bersubsidi Dinilai Terus Berulang

Thobias juga meminta tim menggali penyebab utama terjadinya ketimpangan antara kuota dan kebutuhan BBM bersubsidi.

Ia menilai persoalan tersebut sudah berulang sehingga diperlukan solusi yang bersifat jangka panjang, bukan sekadar langkah sementara ketika terjadi kekurangan pasokan.

“Masalah ini sudah berulang kali terjadi. Hari ini kita harus menggali akar masalahnya dan memikirkan solusi jangka panjang, bukan hanya pemadaman darurat,” tegasnya.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan sistem pengendalian dan pengawasan BBM yang lebih efektif serta mampu menyesuaikan kebijakan dengan kondisi nyata di lapangan.

Tim Rumuskan Rekomendasi Bersama

Setelah melalui pembahasan lintas sektor, rakor menghasilkan sejumlah masukan strategis yang kemudian dituangkan dalam Rekomendasi Bersama.