Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Flores di Manggarai Barat, pemerintah meminta seluruh kabupaten terdampak segera menetapkan status darurat dan mengaktifkan posko penanggulangan bencana.

Posko tersebut akan dipimpin bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan penanganan di masing-masing wilayah berjalan terpadu.

“Di tingkat nasional dibentuk Posko Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Maumere. Pejabat kementerian/lembaga akan bergabung sesuai tugas dan fungsi untuk memperkuat koordinasi,” kata Pratikno.

Dua posko tersebut disiapkan untuk memperkuat koordinasi penanganan di wilayah Flores yang terdampak gempa.

Basarnas Fokus Cari Warga yang Belum Ditemukan

Pemerintah juga meminta Kepala Basarnas mengoordinasikan satuan tugas pencarian dan pertolongan (SAR).

Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat warga yang belum ditemukan setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah di Flores.

Tujuh hari pertama masa tanggap darurat ditetapkan sebagai fase penting untuk mempercepat pencarian korban sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Seluruh unsur harus bekerja secara terpadu. Besarnya kekuatan yang dikerahkan hanya akan efektif jika semua bekerja sinkron,” tegas Pratikno.