Ruteng, RakyatNTT.ID – Malam semakin larut ketika rombongan Ketua DPD Partai Rakyat Indonesia (PRI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Vico Amalo, tiba di Desa Bangka Ruang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Kamis (27/8/2026).

Di tengah perjalanan penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi, Vico Amalo justru mengambil keputusan yang tidak biasa. Alih-alih mencari tempat untuk beristirahat, ia memilih bermalam di tenda pengungsian bersama warga.

Vico datang bersama istrinya, Actry Mevi, serta Ketua DPC PRI Manggarai, Paulus Jemarut. Sebelumnya, rombongan tersebut telah menyalurkan bantuan ke sejumlah desa di Kecamatan Rahong Utara.

Karena waktu sudah semakin malam, perjalanan menuju desa berikutnya tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Vico kemudian meminta izin kepada warga untuk bermalam di lokasi pengungsian.

“Ya, kami membawa sedikit berkat untuk beberapa desa di kecamatan ini. Waktu sudah tidak memungkinkan sehingga kami meminta izin untuk bisa bermalam,” kata Vico Amalo.

Vico Amalo Berbaur dengan Warga di Tenda Pengungsian

Vico bersama Actry Mevi kemudian memilih tidur di dalam tenda pengungsian dan berbaur dengan masyarakat.

Bagi Actry, pengalaman tersebut bukan sekadar tempat beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang. Ia justru merasa bahagia karena mendapat kesempatan untuk merasakan langsung suasana kehidupan warga di lokasi pengungsian.

“Saya sangat bahagia mendapat kesempatan untuk berada di sini dan diizinkan tidur di tenda bersama mama-mama di sini,” ujar Actry.

Momen tersebut membuat pasangan itu menghabiskan malam bersama warga yang masih bertahan di tenda pengungsian.

Kehadiran mereka tidak hanya sebatas menyerahkan bantuan. Vico dan Actry juga meluangkan waktu untuk berbincang dan berbaur dengan masyarakat.

Ketua DPC PRI Manggarai Sempat Kaget

Keputusan Vico Amalo untuk bermalam di tenda pengungsian ternyata sempat membuat Ketua DPC PRI Manggarai, Paulus Jemarut, terkejut.

Paulus mengaku tidak menyangka Vico akan memilih untuk tidur bersama warga setelah perjalanan penyaluran bantuan.

“Saya kaget, Pak Ketua mau bermalam di sini. Saya kelabakan, namun saya bersyukur ternyata Pak Ketua dan Ibu mau berbaur dalam tenda bersama masyarakat,” kata Paulus.

Bagi Paulus, keputusan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena pimpinan partainya memilih untuk merasakan langsung kondisi masyarakat yang tengah berada di pengungsian.

Bermalam di Pengungsian jadi Bagian Perjalanan Kemanusiaan

Malam di Desa Bangka Ruang akhirnya menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Vico Amalo bersama rombongan PRI NTT dalam menyalurkan bantuan ke sejumlah desa di Kecamatan Rahong Utara.

Di tengah kondisi warga yang masih menghadapi dampak bencana, pilihan untuk bermalam di tenda membuat rombongan tidak hanya hadir membawa bantuan, tetapi juga menghabiskan waktu bersama masyarakat.

Bagi warga di Desa Bangka Ruang, malam itu menjadi momen ketika para tamu memilih untuk tidak sekadar datang dan pergi, melainkan tinggal bersama mereka hingga pagi. (*/rnc)