Kalabahi, RakyatNTT.ID – Turnamen Sepak Bola Budi Artha Mandiri Cup 2026 resmi berakhir. Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH., MH., mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kompetisi tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Rocky saat menghadiri acara penutupan Budi Artha Mandiri Cup 2026 di GOR Batunirwala, Kabupaten Alor, Kamis (26/8/2026) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky secara khusus memberikan ucapan selamat kepada Gaza Moru FC yang berhasil keluar sebagai juara setelah menuntaskan pertandingan final menghadapi Budi Artha FC.

Gaza Moru FC Ukir Kemenangan di Budi Artha Mandiri Cup

Bagi Rocky, keberhasilan Gaza Moru FC menjadi juara memiliki cerita tersendiri. Ia mengaku telah mengenal sejumlah pelatih dan manajer tim tersebut sejak lama.

Bahkan, kebersamaan dengan sejumlah insan sepak bola tersebut telah terjalin sejak dirinya masih kecil.

Namun, Rocky menegaskan bahwa sebuah turnamen sepak bola tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Menurutnya, kompetisi olahraga juga menjadi ruang untuk membangun kerja keras, disiplin, kekompakan, sportivitas, dan persaudaraan.

“Kepada Tim Budi Artha, tim-tim lainnya tetap tegakkan kepala. Jadikan pertandingan dalam turnamen ini sebagai pengalaman untuk terus berkembang dan kembali lebih kuat pada kompetisi berikutnya,” pesan Rocky.

Pemain dari Luar Alor Dinilai Beri Dampak Positif

Wabup Rocky juga memberikan apresiasi kepada para pemain dari luar Kabupaten Alor yang turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.

Menurutnya, kehadiran pemain dari luar daerah bukan sekadar menambah semarak kompetisi. Interaksi tersebut juga memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi pemain-pemain muda Alor.

Para pemain lokal dapat belajar mengenai mental bertanding, teknik permainan, kedisiplinan, hingga bagaimana menghadapi atmosfer kompetisi yang lebih kompetitif.

Rocky meyakini, semakin banyak turnamen dan interaksi antarpemain, semakin besar pula peluang sepak bola Alor untuk berkembang.

“Melalui pertandingan dan kebersamaan seperti ini, saya percaya sepak bola Alor akan terus berkembang dan semakin maju,” ujarnya.

Pemkab Alor Janji Perkuat Pembinaan Olahraga

Rocky turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan turnamen.

Apresiasi diberikan kepada pemain, pelatih, manajer, panitia, wasit, suporter, TNI-Polri, media, pelaku UMKM, hingga KSP Budi Artha Mandiri sebagai pihak yang turut mendukung penyelenggaraan kompetisi.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Alor akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga dan kepemudaan.

Turnamen seperti Budi Artha Mandiri Cup diharapkan menjadi salah satu wadah untuk menemukan sekaligus mengembangkan talenta-talenta muda daerah.

“Harapan kita, dari turnamen-turnamen seperti ini akan lahir pemain-pemain muda berbakat yang suatu saat mampu membawa nama Kabupaten Alor hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Rocky juga mengapresiasi masyarakat dan suporter yang turut menjaga pertandingan berlangsung aman, tertib, dan penuh persaudaraan.

Ia mengajak masyarakat membawa semangat sportivitas dari lapangan sepak bola ke kehidupan sehari-hari.

“Semangat sportivitas yang kita bangun di lapangan ini mari kita bawa dalam kehidupan sehari-hari untuk bersama-sama membangun Alor yang semakin maju, mandiri dan berdaya saing,” ajaknya.

Dengan penuh rasa syukur, Rocky kemudian secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola Budi Artha Mandiri Cup Tahun 2026.

Panitia Soroti Pentingnya Fasilitas Olahraga

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Budi Artha Cup, Rahmat Mansari, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen hingga berjalan dengan baik.

Rahmat mengatakan, keberadaan lapangan dan stadion tidak hanya penting sebagai tempat pertandingan, tetapi juga sebagai ruang berkumpul dan pembinaan generasi muda.

Menurutnya, dari fasilitas olahraga seperti itulah dapat lahir generasi yang sehat, disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat kebersamaan.

Karena itu, Rahmat berharap Pemerintah Kabupaten Alor bersama DPRD memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga, termasuk melalui perencanaan dan penganggaran dalam APBD.

Ia menilai pembangunan fasilitas olahraga dan pembinaan atlet perlu menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Rahmat juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, para tokoh masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tim medis, wasit, serta masyarakat dari Watatuku, Lewai Habeleng, Mola, dan Petleng, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Budi Artha Cup.

Kejujuran Warga Jadi Catatan Positif

Selain aspek olahraga, Rahmat menilai terdapat nilai sosial yang patut diapresiasi selama turnamen berlangsung, salah satunya kejujuran masyarakat.

Ia mencontohkan adanya barang milik penonton maupun peserta yang ditemukan selama kegiatan. Barang-barang tersebut kemudian diamankan untuk dikembalikan kepada pemiliknya.

Bagi Rahmat, sikap tersebut menunjukkan bahwa nilai kepercayaan dan kejujuran masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan merupakan nilai yang sangat mahal dan tidak dapat ditukar dengan uang.

Empat Tim Terbaik dan Penghargaan Individu

Rahmat juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang berpartisipasi hingga turnamen melahirkan empat tim terbaik.

Empat tim tersebut masing-masing adalah FC Mola sebagai peringkat keempat, ATL United sebagai peringkat ketiga, Budi Arta sebagai juara kedua, dan Gaza Moru FC sebagai juara pertama.

Selain trofi dan penghargaan, panitia juga memberikan hadiah uang pembinaan kepada para pemenang. Juara pertama mendapatkan tambahan hadiah berupa emas 15 gram 24 karat.

Penghargaan individu juga diberikan kepada pencetak gol terbanyak, pemain terbaik, serta suporter terbaik.

Rahmat secara khusus mengapresiasi suporter Roda FC yang dinilai konsisten memberikan dukungan sejak pertandingan pertama hingga pertandingan terakhir.

Menurutnya, loyalitas tersebut menjadi contoh bahwa dukungan terhadap tim seharusnya diberikan sejak awal kompetisi, bukan hanya ketika memasuki babak-babak akhir.

Budi Artha Cup Bukan Sekadar Mencari Juara

Menutup sambutannya, Rahmat berharap berbagai hal positif yang lahir dari Budi Artha Cup dapat terus dipertahankan.

Ia juga membuka ruang terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan turnamen pada masa mendatang semakin baik.

Menurut Rahmat, Budi Artha Cup bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara.

Lebih dari itu, turnamen menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, menumbuhkan kejujuran, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang melalui olahraga.

Acara penutupan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar, Asisten II Setda Alor Rasyid Miran, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, SH., Ketua TP PKK Kabupaten Alor Ny. Lidia Siawan, Manager KSP Budi Artha Muhammad Nasir, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (rnc)