Kalabahi, RakyatNTT.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si., memastikan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik di Kabupaten Alor tetap berjalan efektif meski Bupati Alor masih menjalani proses pemulihan kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Melkisedek saat bertemu dengan insan pers di Ruang Bupati Alor, Senin (24/8/2026) siang. Ia menanggapi perkembangan pembangunan sekaligus sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

Menurut Melkisedek, laporan penyelenggaraan pemerintahan yang disampaikan Wakil Bupati Alor menunjukkan progres positif dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Namun, capaian tersebut bukan berarti seluruh persoalan di Alor telah terselesaikan.

“Bukan berarti karena progresnya positif lalu kita tidak punya masalah. Persoalan kemiskinan, stunting dan persoalan lainnya masih tetap menjadi pergumulan di daerah ini,” ujarnya.

Pemkab Alor Fokus Jalankan Program Pembangunan

Melkisedek mengatakan Pemerintah Kabupaten Alor terus memaksimalkan sumber daya yang tersedia untuk merealisasikan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan.

Program pembangunan tersebut mengacu pada dokumen perencanaan daerah, baik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berupaya memastikan program yang telah dirancang dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, Sekda Alor memberikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini aktif memberitakan perkembangan sekaligus persoalan yang terjadi di daerah.

Menurutnya, pemberitaan media tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bahan refleksi dan evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Melalui pena dan tangan teman-teman sekalian, itu bukan saja memberitahukan kepada masyarakat umum, tetapi juga menjadi bahan refleksi pemerintah. Kita bisa melihat apa yang perlu kita benahi,” katanya.

Sekda Alor Tanggapi Dugaan Aliran Dana kepada Pejabat

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Alor juga menanggapi pemberitaan terkait dugaan adanya empat pejabat yang disebut menerima sejumlah uang dari seorang kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah.

Melkisedek mengatakan telah memanggil sejumlah pihak terkait untuk memastikan informasi tersebut. Di antaranya bagian pembangunan, Unit Layanan Pengadaan (ULP), dan bagian hukum.

Berdasarkan klarifikasi yang diterima, pihak-pihak yang namanya dikaitkan dengan dugaan penerimaan uang tersebut membantah menerima uang sebagaimana tuduhan yang beredar.

Sekda menegaskan, apabila persoalan tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum, pemerintah daerah menghormati proses hukum yang berjalan.

Ia meminta seluruh pihak terkait menyiapkan data dan bukti yang diperlukan untuk mengungkap persoalan tersebut secara terang.

“Kalau memang sudah masuk di kepolisian, teman-teman tetap ikuti secara baik. Data-data, bukti-bukti dan segala macam harus ditampilkan,” tegasnya.

Melkisedek juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi citra buruk bagi Pemerintah Kabupaten Alor. Ia meminta pihak-pihak yang disebut dalam perkara tersebut memberikan keterangan secara terbuka dan bertanggung jawab.

Proyek Rumah Sakit Bergerak Mola Tetap Dilanjutkan

Selain dugaan aliran dana, Melkisedek turut menjelaskan perkembangan proyek pembangunan Rumah Sakit Bergerak Mola yang sebelumnya dikerjakan oleh salah satu kontraktor.

Menurutnya, kontrak dengan kontraktor sebelumnya telah diputus karena progres pekerjaan tidak mencapai target sesuai ketentuan.

Karena proyek tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat, pemerintah daerah kemudian mengambil langkah untuk mengalokasikan kembali anggaran guna menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa.

Pemerintah Kabupaten Alor mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2 miliar melalui perubahan anggaran untuk menyelesaikan proyek tersebut. Kebijakan itu telah dibahas bersama DPRD dan dikonsultasikan dalam proses evaluasi APBD di tingkat pemerintah provinsi.

Melkisedek menjelaskan terdapat dua pertimbangan utama dalam keputusan melanjutkan proyek tersebut.

Pertama, Rumah Sakit Bergerak Mola berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Kedua, pemerintah daerah perlu menjaga kepercayaan serta hubungan kerja sama dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan yang telah memberikan dukungan pendanaan.

“Jangan sampai karena kita tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang sudah diberikan pemerintah pusat, kemudian berdampak terhadap alokasi penganggaran tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Ia memastikan proses pengalokasian kembali anggaran maupun pelaksanaan sisa pekerjaan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Alor juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta memperoleh persetujuan untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.

Pemkab Alor Serahkan Polemik Kontraktor kepada Penegak Hukum

Terkait polemik yang muncul setelah kontraktor sebelumnya menyampaikan sejumlah tudingan mengenai dugaan pemberian uang kepada pejabat, Melkisedek mengatakan pemerintah menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak keberatan apabila seluruh dugaan tersebut diproses melalui jalur hukum. Setiap tuduhan, menurutnya, harus dapat dibuktikan melalui mekanisme yang berlaku.

Di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi, Pemerintah Kabupaten Alor memastikan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Pemkab Alor juga berkomitmen menjadikan kritik serta pemberitaan media sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan dan pembangunan daerah ke depan. (rnc)