Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pemerintah Kabupaten Alor mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2 miliar melalui perubahan anggaran untuk menyelesaikan proyek tersebut. Kebijakan itu telah dibahas bersama DPRD dan dikonsultasikan dalam proses evaluasi APBD di tingkat pemerintah provinsi.
Melkisedek menjelaskan terdapat dua pertimbangan utama dalam keputusan melanjutkan proyek tersebut.
Pertama, Rumah Sakit Bergerak Mola berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Kedua, pemerintah daerah perlu menjaga kepercayaan serta hubungan kerja sama dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan yang telah memberikan dukungan pendanaan.
“Jangan sampai karena kita tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang sudah diberikan pemerintah pusat, kemudian berdampak terhadap alokasi penganggaran tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Ia memastikan proses pengalokasian kembali anggaran maupun pelaksanaan sisa pekerjaan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Alor juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta memperoleh persetujuan untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.
Pemkab Alor Serahkan Polemik Kontraktor kepada Penegak Hukum
Terkait polemik yang muncul setelah kontraktor sebelumnya menyampaikan sejumlah tudingan mengenai dugaan pemberian uang kepada pejabat, Melkisedek mengatakan pemerintah menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan