Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kerja sama lainnya dilakukan bersama Satu Hati Charity dari Republik Ceko. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat mendapat layanan pemeriksaan mata, pembagian kacamata gratis, serta pemeriksaan kehamilan.
RSUD Reda Bolo juga menerima berbagai peralatan medis, seperti EKG, USG, CTG, fetal doppler, monitor tanda-tanda vital, pulse oximeter, dan tensimeter.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga terus mengembangkan RSUD Reda Bolo sebagai rumah sakit rujukan daerah.
Gedung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) telah selesai dibangun dan mulai digunakan untuk pelayanan rawat jalan.
Mulai Agustus 2026, RSUD Reda Bolo juga mengoperasikan layanan rawat inap standar KRIS JKN, ruang VIP, ICU, PICU, HCU, dan ICVCU.
Sejumlah layanan lainnya, seperti CT Scan, mammografi, cath lab, hemodialisa, ruang cytotoxic, dan poli urologi masih dipersiapkan.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari proses peningkatan status RSUD Reda Bolo dari rumah sakit tipe D menuju tipe C melalui dukungan program PHTC dan Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN).
Ratu mengatakan, peningkatan fasilitas harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan.
“Pembangunan kesehatan bukan hanya tentang membangun fasilitas, tetapi juga memastikan setiap masyarakat mendapatkan pelayanan yang bermutu, cepat, terjangkau, dan berkeadilan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan