Bagi Priyono, penghargaan tersebut bukan sekadar tanda kehormatan, tetapi juga simbol perjalanan panjang pengabdiannya di Undana sejak 1994, ketika perkembangan teknologi dan digitalisasi belum seperti sekarang.

Lebih dari tiga dekade mengabdi, ia memaknai penghargaan tersebut sebagai pengingat untuk terus menjaga semangat pengabdian kepada kampus dan negara.

“Memiliki jiwa pengabdian adalah hal yang selama ini saya lakukan karena mengabdi selama lebih dari tiga dekade. Kemajuan Undana saat ini diharapkan terus dibarengi dengan itikad baik dari generasi penerus untuk membangun bangsa,” ujar Priyono.

Penerima 20 Tahun Ingin Terus Berkontribusi

Kebanggaan serupa dirasakan Prof. Dr. Febri Odel Nitbani, S.Si., M.Si., salah satu penerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun.

Sekretaris LPPM Undana tersebut menilai penghargaan yang diterimanya bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI memiliki makna khusus dalam perjalanan kariernya.

“Saya berbangga dengan penghargaan Satya Lencana 20 tahun yang diterima pada saat peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Ke depan, saya sangat berharap bisa memberikan usia yang terbaik untuk peningkatan kualitas maupun kemajuan Undana dan tentu untuk kemajuan negara Republik Indonesia,” ungkap Febri.